Skip to main content

Posts

Showing posts from 2019

KOH ALIM DAN CIK ALIN

Ini adalah salah satu "case" yang saya tangani akhir bulan Februari 2019 lalu. Baru bisa saya "upload" setelah saya akhiri case ini dengan menutup satu penjualan produk Asuransi Jiwa untuk Warisan, serta sudah mendapat izin dari nasabah saya. Nasabah saya, sebut saja namanya Koh Alim memiki istri bernama Cik Alin. Akhir tahun 2018, Koh Alim bertemu setelah saya dikenalkan oleh teman saya. "Mau tanya-tanya soal Pembagian waris", Katanya. Usia Koh Alim sepantaran saya, 47 tahun. Dengan Cik Alin sudah menikah sekitar 15 tahun dan belum dikaruniai keturunan. Mereka sehari-hari mengelola toko yang menjual barang kebutuhan pokok di Pasar Bogor, level grosir. Toko itu adalah warisan dari (keluarga) orang tua Koh Alim. Koh Alim adalah tipe lelaki konservatif. Tiap hari, dihabiskan waktunya untuk menunggu toko. Saya jadi ingat film "Cek Toko Sebelah"-nya Ernest Prakasa. Dia tak suka membeli apa-apa, hartanya yang paling kelihatan hanyalah …

MENCOBA MRT DI ...SYDNEY

Tak mau kalah dengan teman-teman kami di Jakarta, hari ini kami ikut mencoba naik kereta MRT... di Sydney. Saya sangat bersemangat mencoba kereta MRT di Sydney karena keunikannya. Saya sudah mencoba MRT di Malaysia, Singapura, Bangkok, Seoul, Shanghai, Hongkong dan Tokyo. Selain ini adalah cara termurah berkeliling kota, juga tercepat. Berbeda dengan umumnya kereta MRT di tempat lain (termasuk yang beroperasi di Jakarta), kereta yang dipakai di Sydney adalah model Double Decker. Itu yang bikin saya semangat banget pengen mencoba. Kereta ini memiliki dua tingkat di gerbongnya, jadi penumpang bisa memilih duduk di bagian atas atau di bawah. Sejarah MRT di Sydney sudah sangat panjang, tepatnya mulai 1960. Kereta Double Decker yang saat ada saat ini ada peremajaan dari.model yang ada pertama pada tahun 1970. Saat ini, pemerintah kota Sydney sedang membangun jalur MRT baru, dan memutuskan tidak lagi kereta double decker. Walaupun secara pengoperasian lebih efisien (karena bisa men…

SERBA CENTENNIAL

Menutup malam yang suaranya mulai serak dengan berkumpul, makan bersama teman-teman di Sydney Town Hall. AIA membawa kami mengarungi makan malam di Balai Kota yang dibangun antara tahun 1886-1889 oleh Arsitek John H Wilson ini. Istimewa, karena tidak semua perusahaan bisa (atau mampu, lebih tepatnya). Ruangan Town Hall yang kami pakai untuk makan malam adalah di Centennial Hall. Karena tepat tahun ini, AIA merayakan usianya yang ke 100. The Centennial Year. Tak banyak perusahaan di dunia yang bisa bertahan hingga 100 tahun. Tahu kan apa yang saya maksud?

TERKUNCI MANTRA

Jajaran struktur batu unik di belakang kami dinamakan "Three Sisters Mountain" atau Gunung Tiga Saudari. Namanya Meehni (922 m), Wimlah (918 m) dan Gunnedoo(906 m). Berdiri di atas ketinggian Jamisson Valley yang dihampari warna biru akibat reaksi kimia lautan uap tanaman Eucalyptus (Kayu Putih) dengan sinar matahari. Eucalyptus ini adalah makanan utama Koala, hewan endemik benua "down under" ini. Di balik Gunung tiga saudari ini ada cerita. Alkisah, tiga saudari dari suku Katoomba ini "dijatuhi cinta" oleh tiga pria bersaudara dari suku sebelah, suku Dharruk. Tapi adat melarang anak cucu dua suku ini saling menikahi. Tiga lelaki Dharruk yang sudh kepalang jatuh cinta ini ngotot, dan memutuskan untuk menculik ketiga wanita pujaannya hatinya. Niat ini didengar oleh tetua suku Katoomba, dan diartikan sebagai genderang perang. Untuk melindungi Tiga Saudari selama ditinggal perang, Kuradjuri (orang pintar) dari suku Katoomba mengubah mereka men…

IMPIAN

"Kowe arep dadi opo nek ora sregep sekolah. Sekolah sing pinter, men biso makili wong tuwomu kliling donya", Demikian selalu nasehat Bapak saya kalau kelihatan anaknya ini mulai malas pergi sekolah. Maklum, jaman dulu, pergi ke sekolah harus naik turun angkot dan jalan kaki panas-panas. Oh, ya terjemahan nasehat dalam bahasa Jerman di atas adalah : Kamu mau jadi apa kalau nggak rajin berangkat ke sekolah. Sekolah yang pintar, supaya bisa mewakili orang tuamu keliling dunia. Bapak dan Ibu tak pernah meminta saya menjadi dokter, pilot atau arsitek. Mereka cuma minta saya menjadi anak yang membawa nama (baik) mereka ke mana-mana. Sebuah misi yang tak mudah.
Bagaimana caranya? Salah satu caranya adalah menyematkan nama Bapak di paspor saya.  Alhamdulillah, setidaknya dalam empat bulan di tahun 2019 ini saja, saya diberikan rezeki menjadi "wakil" untuk mereka hingga ke Jepang dan Australia. Jaman kecil dulu, jaman sebelum sekolah hanya bisa sarapan "jagung …

ORANG BAIK PERGI CEPAT

Tadi malam mendapatkan kabar duka. Salah satu Inspirator yang kisahnya saya tulis di halaman 36 buku pertama saya “Titik (Tidak Bisa) Balik” : pak Oman Supratman meninggal dunia. Beliau adalah sahabat sekaligus mentor ilmu kehidupan saya. Semoga beliau mendapatkan termpat terbaik di sisi Nya.

Tentang pak Oman, pada 30 Januari 2008, saya pernah menuliskan kisahnya di halaman Fesbuk saya. Untuk yang tak mengenal beliau, setidaknya mungkin bisa ikut mengenang dan mendoakan beliau, setelah membaca tulisan ini :
————————————-
PAK OMAN

Tadi malam, di tengah tumpukan onderdil mobil dalam sebuah bengkel milik kawan saya Cipto di bilangan Warung Buncit Jakarta, saya bertemu seorang kawan lama. Oman Supratman namanya-atau kami lebih sering menyapanya : kang Oman.

Sosoknya kecil tak istimewa, kulitnya legam tidak menggambarkan aslinya sebagai urang Tasik tulen. Saya sempat sekantor dengannya, empat belas tahun lalu, namun tak lama. Dulu sosoknya dikenal bengal dan suka berbuat seenaknya. Mab…

GAGAL KARENA TIDAK PERCAYA

Belajar dari para orang-orang sukses yang kami temui, disimpulkan bahwa Orang TIDAK SUKSES saat memiliki usaha/bisnis karena :
1. TIDAK PERCAYA PARA PRODUK. Masih ragu soal produk yang dijualnya, tidak mau bertanya atau bertanya pada orang yang sama-sama tidak ngerti.  Sehingga alih-alih menemukan jawaba, yang terjadi justru makin dalam sesatnya
2. TIDAK PERCAYA PADA BISNIS dan SISTEMNYA. Menjalankan bisnis "seenaknya" sendiri, coba-coba sendiri dan tidak percaya pada sistem sukses yang ada. Biasanya gejalanya mudah : mulai tidak percaya bahwa pertemuan mentoring dan kelas bisa menunjang kesuksesan bisnis, sehingga sering telat atau absen datang.   3. TIDAK PERCAYA PADA LEADER atau MENTOR. Lebih mendengar apa kata orang, yang lebih parah ngomongin leader/mentor di belakang. Akhirnya tidak ada satupun materi meeting atau kelas yang "nempel" dan bermanfaat buat jualan, karena apa-apa yang disampaikan mentor dianggap "angin lalu" saja. Nanti lama-l…

MODAL YAKIN

Karena sedang membutuhkan frozen food untuk bekal makan siang anak, saya mencari nomor telepon seorang teman yang dulu berbisnis jualan frozen food. Ketemu nomor kontaknya, kemudian saya watsap bahwa saya memerlukan beberapa varian seafood beku yang dulu dia jual. "Aku udah nggak jualan lagi mas. Sekarang aku kerja lagi di XXXXX (menyebut nama sebuah koran gurem yang terbit di Jakarta dan tak tau beredar di mana)",jawabnya. "Lho, kenapa ditinggalin bisnisnya", Cecar saya agak kecewa. "Kayaknya aku nggak bakat jualan, mas. Profitnya nggak nutup buat kebutuhan", Jawabnya lagi. Setahu saya, standar gaji di koran XXXXX itu juga pasti tak besar. Kalau dibandingkan potensi pendapatan yang bisa dia dapat dari jualan (kalau serius) pasti nggak ada apa-apanya. Saya teringat sekitar dua tahun lalu dia datang ke tempat saya, minta "advis" supaya bisnisnya maju. Advis yang bisa saya berikan cuma satu : Bangun Nama (Brand) mu. Lakukan Personal B…

JEBAKAN OPERASIONAL

Di salah satu Forum grup entrepreneur yang saya ikuti berisi pengusaha dari berbagai tingkatan.

Dari yang omzet besar sampai besar banget, dari yang pemula sampai yang sudah "klothokan". Tiap hari ada saja topik yang didiskusikan. Dan Jebakan Operasional adalah salah satu topik yang menarik.

Tipikal pengusaha "pemula" adalah "bangga" pada banyaknya jumlah outlet/cabang yang mereka kelola atau miliki. Hal yang jarang lihat atau dengar dari pengusaha klothokan.

Tahun 2006, keluar dari dunia kerja saya memulai bisnis jualan kopi dan burger di emperan toko. Dari satu outlet, dalam kurun kurang dari setahun sudah menjadi lima outlet. Bangga? Waktu itu iya. Kepala udah segede gunung batu.

Tapi ketika sudah menjadi lima outlet itu, belakangan, saya sadar bahwa usaha saya "stuck" di situ saja. Omzet dan Keuntungan sih NAMBAH, tapi TIDAK NUMBUH.

Setelah perenungan yang dalam, saya baru sadar bahwa saya masuk dalam "Jebakan Operasional".…

KARENA HARTAKU BUKAN HARTAKU

"Mas, itu bu Eri yang punya rumah sebelah kontak lagi. Tadi nawarin, kalau misalnya mau, rumah sebelah ditawarin ke kita harga spesial. Rp XXX juta saja. Daripada kosong katanya", Kata istri saya dua hari lalu. Kami tinggal di komplek-komplekan yang bukan dibangun oleh developer. Hanya tanah kavlingan yang dibangun masing-masing oleh pemiliknya. Jadinya modelnya belang-blentong beda-beda, sesuai kemampuan ekonomi dan level cita rasa estetika masing-masing. Sebelah rumah saya, dulu ditinggali oleh Pak dan bu Eri. Tapi sudah sejak lima tahun lalu, rumah itru dibiarkan kosong karena mereka pindah ke rumah mereka yang lain di Kawasan Gadog, Puncak-Bogor. Dan bolak-balik beliau tawarkan pada kami. "Memiliki rumah lagi, tidak ada dalam "Perencanaan Asset" kita kan",Jawab saya pada istri. Anda sudah tahu (situasi) silsilah keluarga saya di sini : http://www.basriadhi.com/…/02/contoh-hitungan-hukum-waris.h… Saya termasuk orang tua yang memiliki pikiran b…

CUMI-CUMI ASURANSI PENGHEMAT PAJAK

"Asuransi bisa buat menghemat Pajak?". Itu salah satu pertanyaan yang selalu mengemuka dalam berbagai sesi pertemuan, baik kelas maupun Customer Gathering. Termasuk sesi Customer Gathering yang saya isi untuk nasabah sebuah Lembaga Jasa Keuangan di Bandung, Rabu lalu. "Pak, agen asuransi saya bilang : Bu, ibu bikin saja program Asuransi. Nanti yang bayarin kantor, untuk menghemat pajak ibu. Daripada uang perusahaan dikasih ke Ibu dalam bentuk bonus, mending suruh bayarin langsung sebagai premi aja", Kata seorang ibu, sebut saja namanya bu Mawar, pemilik (sekaligus Direktur) sebuah perusahaan pengolahan pakan ternak di Tasikmalaya. Lalu, akhirnya atas saran agen asuransi tersebut, si bu Mawar meminta Manajer keuangannya mentransfer XXX juta premi asuransi ke perusahaan asuransi untuk sebuah program asuransi dengan Pemegang Polis dan tertanggung bu Mawar serta penerima manfaat ahli waris yang ditunjuk si Ibu. Benarkah saran agen asuransi ini akan menghemat Paj…

MENGAPA REINO MENIKAHI SYAHRINI?

Jawabannya, ya pasti karena memang jodohnya. Saya bukan geng Luna maupun geng Princess, saya Perencana Waris yang netral. Maka kita lihat perkawinan lain yang mirip seperti ini dari sisi yang berbeda.
Walau tak sedikit orang kaya menikahi orang biasa, tapi Mengapa orang kaya memiliki kecenderungan menikah dengan orang kaya juga? Dalam Manajemen Risiko dikenal tindakan bernama "Risk Avoidance". Ini adalah semua tindakan yang perlu dilakukan untuk menghindari Risiko menimpa pribadi atau organisasinya. Dalam UU Perkawinan kita (UU no 1 tahun 1974 pasal 35) dan KUH Perdata pasal 119, dikenal ada dua macam Harta dalam Perkawinan, yaitu Harta Bawaan dan Harta Bersama (dalam perkembangannya nanti ada pula Harta Perolehan). Harta Bawaan adalah harta yang dibawa sebelum terjadi pernikahan, tanggung jawab pengelolaannya menjadi hak si pemilik...pasangan tak bisa mengotak-atik. Harta Bersama, adalah harta yang diusahakan oleh salah satu atau bersama-sama ketika sudah terjadi p…