Skip to main content

Posts

Showing posts from 2019

REZEKI SUDAH DITAKAR

Hari ini, Tuhan mengingatkan kembali pada konsep bahwa "Rezeki sudah ada takarannya".

Berangkat dari rumah, kami mau ke servis koper di daerah Cikini, dan lanjut meeting dengan calon nasabah di Pacific Place. Karena, dua janji itu kami berangkat lebih awal, jam 09.00. Supaya bila kena macetpun, kami tak terlambat.

Namun, jalanan hari ini bersahabat. Jagorawi sama sekali tak macet. Saya memutuskan keluar di Cawang, dan berniat lewat Kampung Melayu menuju Cikini.

Saya lupa, kalau plat mobil saya genap dan masuk ke jalur ganjil. Di perempatan BNN saya distop polisi. Pendek cerita saya musti mengeluarkan uang Rp 500.000,- untuk membereskan "keteledoran" yang tak perlu ini. Bayar denda tilang.

Sebelum kejadian ini, pas mau berangkat mudik dua minggu lalu, kami juga mengalami kejadian yang serupa : mengeluarkan uang ekstra di luar rencana.

Saat itu, untuk menghindari macet di Cikarang, saya sengaja keluar di pintu tol Cibatu menuju Jl Raya Kalimalang mengarah ke …

HEMAT PANGKAL KAYA?

Apakah rajin menabung akan membuat kita kaya, seperti kata pepatah jaman dahulu kala? Foto pertama saya ambil dari papan informasi sebuah bank swasta di Bogor, hari ini. Bunga deposito, jangka 12 bulan adalah 4,25%. Dikurangi PPh atas bunga deposito yang 20%, maka bunganya tinggal 3,40% Inflasi tahun 2018, menurut Bank Indonesia adalah 3,13%. Proyeksinya tahun 2019 tak akan jauh berubah. Jadi menabung di bank (tanpa menghitung biaya-biaya) dapat 3,40% tapi nilainya berkurang 3,13% karena inflasi. Bersih diterima nasabah 0,27% per TAHUN. Menabung itu memang hanya untuk aman, bukan berkembang. Seperti jagung. Kalau diletakkan di lumbung, dia akan aman. Kalau mau jagungnya berkembang, bertumbuh harus "diinvestasikan" di ladang. Demikian (sebagian) Prinsip Dasar Perencanaan Keuangan.

KISAH PAK ROBI

Siang itu cuaca seakan ikut berduka. Prosesi pemakaman sudah selesai, beberapa teman dan kerabat yang mengantar jenazah pak Robi (sebut saja namanya begitu) pulang meninggalkan pusara dan gundukan tanah merah kuburan baru itu. Istri dan tiga anak almarhum masih belum mau beranjak dari sana ketika datang seorang perempuang muda, sekitar 30-an tahun menggandeng seorang anak lelaki kecil. "Saya dinikah siri oleh pak Robi, dan ini anak beliau",kata perempuan (sebut saja istri muda) yang menjadi semacam geledek di cuaca mendung bagi istri dan anak-anak almarhum. Lalu hari-hari diisi dengan pertentangan harta waris almarhum, karena si istri muda menuntut hak waris atas anaknya.
Bisakah anak yang lahir dari pernikahan siri menuntut hak waris? Seorang istri yang dinikah secara siri, umumnya tidak memiliki dokumen sah yang diakui oleh negara. Seperti surat nikah, misalnya. Ketika anaknya lahir, anak hanya akan memiliki hubungan perdata dengan ibunya. Artinya, dia tak bisa m…

NAMANYA MURVEN

Bagaimana sosok seorang pemandu wisata yang biasa anda bayangkan atau pernah anda temui? Rata-rata menggambarkannya sebagai sosok yang ramah, kooperatif serta menurut pada kemauan tamu yang dibawanya.

Namanya Murven. Dia adalah pemandu wisata yang menemani kami selama 10 hari berkeliling Turki, tahun lalu. Dan dia adalah pemandu wisata yang mematahkan bayangan anda di atas.

Januari 2018 lalu, kami mendapat rezeki bisa berkeliling negara Turki. Berkeliling dalam arti yang sebenarnya, karena selama sepuluh hari kami setidaknya menyinggahi tujuh Provinsi yang ada di sana.

Mendarat di Istanbul yang berada di sisi Eropa, kami menjelajahi -mungkin separo- wilayah Turki di sisi Asia sejak dari Bursa yang masih bersalju tebal, Izmir yang terletak di tepi laut Aegea, Makam Maulana Jalalludin Rumi di Konya, berniat naik balon terbang tapi gagal di Cappadochia, menyaksikan Pesantren tertua di Turki di kota Amasya, serta pulang ke Istanbul melewati Ankara yang adalah ibu kota pemerintahan Tu…

DANA PEMBEBASAN HARTA

"Kan saya (sebagai istri) masih hidup, ngapain harta waris (dari almarhum suami saya) harus dibagi sekarang?", Demikian kata beberapa wanita dalam sesi Perencanaan Waris yang saya isi.

Terutama Hukum Waris Islam, persoalan Perencanaan Waris diatur sedemikian detil. Hingga ke porsi pembagiannya disebut satu per satu, termasuk kapan dan apa yang bisa dibagi. Dalam Al Quran tidak ada hukum yang diatur sedemukian detil sebagaimana Hukum Waris.

Tujuannya apa? Menyelamatkan Hak Anak Yatim.

Ketika seorang ayah meninggal dunia, maka kewajiban dia untuk menafkahi anak dan istrinya sudah selesai. Dengan harta yang ditinggalkannya, diharapkan perjalanan hidup anak-anak yang ditinggalkan bisa tetap berjalan.

Karena anaklah yang akan meneruskan misi orang tua, terutama terkait agama. Jangan sampai ketika ayahnya meninggal, mereka lantas menjadi fakir (dan atau miskin). Karena kefakiran itu dekat dengan kekufuran.

Itu mengapa bagian anak lebih besar dari bagian ibu atau kakek-nenek…

KAPASITAS DIRI

"Mas, teman saya kok bisa 'closing' penjualan besar-besar, sedangkan aku tidak?",Tanya seorang teman saat buka puasa kemarin. Lalu saya ceritakan kisah yang pernah saya tulis dua tahun lalu ( http://www.basriadhi.com/2017/…/dua-kota-tiga-cerita-ii.html). Seorang ibu mengeluh, kepalanya pusing, mau berfikir untuk memulai usaha rasanya buntu. Saat saya tanya kenapa bisa begitu, dia menjawab", Saya punya hutang di Bank, pak". Hutangnya 'hanya' Rp 20 juta, tapi pusingnya tujuh keliling. maka, dengan sok bijak seperti biasa, saya bilang",Ibu, bagaimana Tuhan bisa percaya pada ibu untuk mengelola rezeki milyaran, kalau hanya karena hutang Rp 20 juta otaknya sudah buntu". "Hubungannya dengan kasusku apa mas",kata temanku penasaran. "Hubungan soal Kapasitas Diri",kata saya. Ada seorang teman kuliah, memiliki usaha yang sangat bagus. Omzet dan keuntungan ratusan miliar setahun. Karena ada sedikit kesalahan pengambilan…

ORANG BERMUTU

"Kamu ini dari tadi main melulu, lari-larian. Udah berhenti. mama yang lihat aja capek", Kata seorang ibu sambil menjewer telinga anak laki-lakinya yang berlarian di halaman masjid saat jeda antara sholat Tarawih dan Sholat Witir.

Mengapa seorang anak kecil kalau sudah bermain sampai lupa waktu dan lupa capek?

Dalam sebuah organisasi, selalu saja ada orang yang rajin bekerja serta ada yang tidak. Dalam kelompok yang rajin, masih dibagi lagi : rajin beneran atau rajin karena terpaksa.

Bagaimana membedakannya ?

Lihat wajah dan rekap absensi mereka. Sebagai contoh, lihatlah foto saya tahun 2006 ini. Ini adalah contoh orang yang kelihatannya rajin dan giat bekerja, namun didasari rasa terpaksa. Tak ada pilihan lain selain harus bekerja di tempat atau pekerjaan itu.

Dulu, tiap kali pagi datang, badan rasanya malas untuk digerakkan. Sehingga, kalau sudah sampai puncak rasa malas badan tiba-tiba terasa pegal atau pusing, saya memutuskan datang terlambat atau absen sama sek…

DIAJAK MAKAN DI HOTEL TUGU

Tadi malam kami diajak makan di tempat yang istimewa di kota Malang : Hotel Tugu. 

Bu Lily dan pak Joseph serta ibu Janni dan pak Hendro berbaik hati membawa kami ke Restoran yang terletak di Hotel yang menyimpan sejarah panjang Raja Gula Indonesia : Oei Tiong Ham.


Kami beruntung bisa mendapat tempat yang istimewa di restoran ini : Ruang Soekarno. Di ruangan ini, banyak terpajang memorabilia Soekarno, Presiden RI pertama. Dari skrip pembelaan diri di pengadilan, hingga Dekrit pembebasan Irian Barat.

Setelah memesan makanan, kami diajak oleh mas Rio staf hotel, untuk berkeliling. Koleksi harta peninggalan Oei Tiong Ham yang tersimpan di hotel ini sangat menakjubkan.

Saya pertama kali tahu nama Oei Tiong Ham justru dari sebuah novel yang ditulis Remy Sylado yang berjudul Mata Hari.

Novel ini sebenarnya bercerita tentang seorang agen rahasia cantik kelahiran Friesland, Belanda yang memakai nama Mata Hari. Nama Mata Hari diambil oleh agen rahasia itu terinspirasi oleh sebuah koran be…

WALK THE TALK

Setiap pagi, lepas subuh, kami membiasakan saling menyapa melalui grup Line. Apalagi sekarang, dua anak ini sedang ada di luar rumah. Kakaknya kost di Jatinangor dan adiknya lagi ikut "Youth Camp" di Dieng selama seminggu. Mengapa subuh? Karena kalau siangan sedikit, pasti "late respon" karena kesibukan masing-masing. Ngobrolnya jadi nggak asyik. Barusan kam i ngobrolin perkembangan portfolio investasi Kakak karena mau dia ambil sebagian untuk membiayai "Asian Trip", tugas dari Kampusnya untuk berkunjung ke Universitas di Malaysia dan Thailand.
Kakak sejak awal kami ajari (dan beri contoh) berinvestasi dengan Reksadana. Simpel, aman dan bebas pajak. Setiap bulan, setiap kali menerima "gaji" dari kami, dia berkewajiban menyisihkan sebagian gajinya untuk dimasukkan ke Reksadana, sebelum sisanya dia konsumsi. Kami sepakat mengistilahkan kiriman sebagai gaji karena dia sedang bekerja, yaitu kuliah. Kalau dia kuliah rajin, nilai bagus …

KOH ALIM DAN CIK ALIN

Ini adalah salah satu "case" yang saya tangani akhir bulan Februari 2019 lalu. Baru bisa saya "upload" setelah saya akhiri case ini dengan menutup satu penjualan produk Asuransi Jiwa untuk Warisan, serta sudah mendapat izin dari nasabah saya. Nasabah saya, sebut saja namanya Koh Alim memiki istri bernama Cik Alin. Akhir tahun 2018, Koh Alim bertemu setelah saya dikenalkan oleh teman saya. "Mau tanya-tanya soal Pembagian waris", Katanya. Usia Koh Alim sepantaran saya, 47 tahun. Dengan Cik Alin sudah menikah sekitar 15 tahun dan belum dikaruniai keturunan. Mereka sehari-hari mengelola toko yang menjual barang kebutuhan pokok di Pasar Bogor, level grosir. Toko itu adalah warisan dari (keluarga) orang tua Koh Alim. Koh Alim adalah tipe lelaki konservatif. Tiap hari, dihabiskan waktunya untuk menunggu toko. Saya jadi ingat film "Cek Toko Sebelah"-nya Ernest Prakasa. Dia tak suka membeli apa-apa, hartanya yang paling kelihatan hanyalah …

MENCOBA MRT DI ...SYDNEY

Tak mau kalah dengan teman-teman kami di Jakarta, hari ini kami ikut mencoba naik kereta MRT... di Sydney. Saya sangat bersemangat mencoba kereta MRT di Sydney karena keunikannya. Saya sudah mencoba MRT di Malaysia, Singapura, Bangkok, Seoul, Shanghai, Hongkong dan Tokyo. Selain ini adalah cara termurah berkeliling kota, juga tercepat. Berbeda dengan umumnya kereta MRT di tempat lain (termasuk yang beroperasi di Jakarta), kereta yang dipakai di Sydney adalah model Double Decker. Itu yang bikin saya semangat banget pengen mencoba. Kereta ini memiliki dua tingkat di gerbongnya, jadi penumpang bisa memilih duduk di bagian atas atau di bawah. Sejarah MRT di Sydney sudah sangat panjang, tepatnya mulai 1960. Kereta Double Decker yang saat ada saat ini ada peremajaan dari.model yang ada pertama pada tahun 1970. Saat ini, pemerintah kota Sydney sedang membangun jalur MRT baru, dan memutuskan tidak lagi kereta double decker. Walaupun secara pengoperasian lebih efisien (karena bisa men…

SERBA CENTENNIAL

Menutup malam yang suaranya mulai serak dengan berkumpul, makan bersama teman-teman di Sydney Town Hall. AIA membawa kami mengarungi makan malam di Balai Kota yang dibangun antara tahun 1886-1889 oleh Arsitek John H Wilson ini. Istimewa, karena tidak semua perusahaan bisa (atau mampu, lebih tepatnya). Ruangan Town Hall yang kami pakai untuk makan malam adalah di Centennial Hall. Karena tepat tahun ini, AIA merayakan usianya yang ke 100. The Centennial Year. Tak banyak perusahaan di dunia yang bisa bertahan hingga 100 tahun. Tahu kan apa yang saya maksud?

TERKUNCI MANTRA

Jajaran struktur batu unik di belakang kami dinamakan "Three Sisters Mountain" atau Gunung Tiga Saudari. Namanya Meehni (922 m), Wimlah (918 m) dan Gunnedoo(906 m). Berdiri di atas ketinggian Jamisson Valley yang dihampari warna biru akibat reaksi kimia lautan uap tanaman Eucalyptus (Kayu Putih) dengan sinar matahari. Eucalyptus ini adalah makanan utama Koala, hewan endemik benua "down under" ini. Di balik Gunung tiga saudari ini ada cerita. Alkisah, tiga saudari dari suku Katoomba ini "dijatuhi cinta" oleh tiga pria bersaudara dari suku sebelah, suku Dharruk. Tapi adat melarang anak cucu dua suku ini saling menikahi. Tiga lelaki Dharruk yang sudh kepalang jatuh cinta ini ngotot, dan memutuskan untuk menculik ketiga wanita pujaannya hatinya. Niat ini didengar oleh tetua suku Katoomba, dan diartikan sebagai genderang perang. Untuk melindungi Tiga Saudari selama ditinggal perang, Kuradjuri (orang pintar) dari suku Katoomba mengubah mereka men…

IMPIAN

"Kowe arep dadi opo nek ora sregep sekolah. Sekolah sing pinter, men biso makili wong tuwomu kliling donya", Demikian selalu nasehat Bapak saya kalau kelihatan anaknya ini mulai malas pergi sekolah. Maklum, jaman dulu, pergi ke sekolah harus naik turun angkot dan jalan kaki panas-panas. Oh, ya terjemahan nasehat dalam bahasa Jerman di atas adalah : Kamu mau jadi apa kalau nggak rajin berangkat ke sekolah. Sekolah yang pintar, supaya bisa mewakili orang tuamu keliling dunia. Bapak dan Ibu tak pernah meminta saya menjadi dokter, pilot atau arsitek. Mereka cuma minta saya menjadi anak yang membawa nama (baik) mereka ke mana-mana. Sebuah misi yang tak mudah.
Bagaimana caranya? Salah satu caranya adalah menyematkan nama Bapak di paspor saya.  Alhamdulillah, setidaknya dalam empat bulan di tahun 2019 ini saja, saya diberikan rezeki menjadi "wakil" untuk mereka hingga ke Jepang dan Australia. Jaman kecil dulu, jaman sebelum sekolah hanya bisa sarapan "jagung …

ORANG BAIK PERGI CEPAT

Tadi malam mendapatkan kabar duka. Salah satu Inspirator yang kisahnya saya tulis di halaman 36 buku pertama saya “Titik (Tidak Bisa) Balik” : pak Oman Supratman meninggal dunia. Beliau adalah sahabat sekaligus mentor ilmu kehidupan saya. Semoga beliau mendapatkan termpat terbaik di sisi Nya.

Tentang pak Oman, pada 30 Januari 2008, saya pernah menuliskan kisahnya di halaman Fesbuk saya. Untuk yang tak mengenal beliau, setidaknya mungkin bisa ikut mengenang dan mendoakan beliau, setelah membaca tulisan ini :
————————————-
PAK OMAN

Tadi malam, di tengah tumpukan onderdil mobil dalam sebuah bengkel milik kawan saya Cipto di bilangan Warung Buncit Jakarta, saya bertemu seorang kawan lama. Oman Supratman namanya-atau kami lebih sering menyapanya : kang Oman.

Sosoknya kecil tak istimewa, kulitnya legam tidak menggambarkan aslinya sebagai urang Tasik tulen. Saya sempat sekantor dengannya, empat belas tahun lalu, namun tak lama. Dulu sosoknya dikenal bengal dan suka berbuat seenaknya. Mab…