Skip to main content

Posts

REZEKI SUDAH DITAKAR

Hari ini, Tuhan mengingatkan kembali pada konsep bahwa "Rezeki sudah ada takarannya".

Berangkat dari rumah, kami mau ke servis koper di daerah Cikini, dan lanjut meeting dengan calon nasabah di Pacific Place. Karena, dua janji itu kami berangkat lebih awal, jam 09.00. Supaya bila kena macetpun, kami tak terlambat.

Namun, jalanan hari ini bersahabat. Jagorawi sama sekali tak macet. Saya memutuskan keluar di Cawang, dan berniat lewat Kampung Melayu menuju Cikini.

Saya lupa, kalau plat mobil saya genap dan masuk ke jalur ganjil. Di perempatan BNN saya distop polisi. Pendek cerita saya musti mengeluarkan uang Rp 500.000,- untuk membereskan "keteledoran" yang tak perlu ini. Bayar denda tilang.

Sebelum kejadian ini, pas mau berangkat mudik dua minggu lalu, kami juga mengalami kejadian yang serupa : mengeluarkan uang ekstra di luar rencana.

Saat itu, untuk menghindari macet di Cikarang, saya sengaja keluar di pintu tol Cibatu menuju Jl Raya Kalimalang mengarah ke …
Recent posts

HEMAT PANGKAL KAYA?

Apakah rajin menabung akan membuat kita kaya, seperti kata pepatah jaman dahulu kala? Foto pertama saya ambil dari papan informasi sebuah bank swasta di Bogor, hari ini. Bunga deposito, jangka 12 bulan adalah 4,25%. Dikurangi PPh atas bunga deposito yang 20%, maka bunganya tinggal 3,40% Inflasi tahun 2018, menurut Bank Indonesia adalah 3,13%. Proyeksinya tahun 2019 tak akan jauh berubah. Jadi menabung di bank (tanpa menghitung biaya-biaya) dapat 3,40% tapi nilainya berkurang 3,13% karena inflasi. Bersih diterima nasabah 0,27% per TAHUN. Menabung itu memang hanya untuk aman, bukan berkembang. Seperti jagung. Kalau diletakkan di lumbung, dia akan aman. Kalau mau jagungnya berkembang, bertumbuh harus "diinvestasikan" di ladang. Demikian (sebagian) Prinsip Dasar Perencanaan Keuangan.

KISAH PAK ROBI

Siang itu cuaca seakan ikut berduka. Prosesi pemakaman sudah selesai, beberapa teman dan kerabat yang mengantar jenazah pak Robi (sebut saja namanya begitu) pulang meninggalkan pusara dan gundukan tanah merah kuburan baru itu. Istri dan tiga anak almarhum masih belum mau beranjak dari sana ketika datang seorang perempuang muda, sekitar 30-an tahun menggandeng seorang anak lelaki kecil. "Saya dinikah siri oleh pak Robi, dan ini anak beliau",kata perempuan (sebut saja istri muda) yang menjadi semacam geledek di cuaca mendung bagi istri dan anak-anak almarhum. Lalu hari-hari diisi dengan pertentangan harta waris almarhum, karena si istri muda menuntut hak waris atas anaknya.
Bisakah anak yang lahir dari pernikahan siri menuntut hak waris? Seorang istri yang dinikah secara siri, umumnya tidak memiliki dokumen sah yang diakui oleh negara. Seperti surat nikah, misalnya. Ketika anaknya lahir, anak hanya akan memiliki hubungan perdata dengan ibunya. Artinya, dia tak bisa m…

NAMANYA MURVEN

Bagaimana sosok seorang pemandu wisata yang biasa anda bayangkan atau pernah anda temui? Rata-rata menggambarkannya sebagai sosok yang ramah, kooperatif serta menurut pada kemauan tamu yang dibawanya.

Namanya Murven. Dia adalah pemandu wisata yang menemani kami selama 10 hari berkeliling Turki, tahun lalu. Dan dia adalah pemandu wisata yang mematahkan bayangan anda di atas.

Januari 2018 lalu, kami mendapat rezeki bisa berkeliling negara Turki. Berkeliling dalam arti yang sebenarnya, karena selama sepuluh hari kami setidaknya menyinggahi tujuh Provinsi yang ada di sana.

Mendarat di Istanbul yang berada di sisi Eropa, kami menjelajahi -mungkin separo- wilayah Turki di sisi Asia sejak dari Bursa yang masih bersalju tebal, Izmir yang terletak di tepi laut Aegea, Makam Maulana Jalalludin Rumi di Konya, berniat naik balon terbang tapi gagal di Cappadochia, menyaksikan Pesantren tertua di Turki di kota Amasya, serta pulang ke Istanbul melewati Ankara yang adalah ibu kota pemerintahan Tu…

DANA PEMBEBASAN HARTA

"Kan saya (sebagai istri) masih hidup, ngapain harta waris (dari almarhum suami saya) harus dibagi sekarang?", Demikian kata beberapa wanita dalam sesi Perencanaan Waris yang saya isi.

Terutama Hukum Waris Islam, persoalan Perencanaan Waris diatur sedemikian detil. Hingga ke porsi pembagiannya disebut satu per satu, termasuk kapan dan apa yang bisa dibagi. Dalam Al Quran tidak ada hukum yang diatur sedemukian detil sebagaimana Hukum Waris.

Tujuannya apa? Menyelamatkan Hak Anak Yatim.

Ketika seorang ayah meninggal dunia, maka kewajiban dia untuk menafkahi anak dan istrinya sudah selesai. Dengan harta yang ditinggalkannya, diharapkan perjalanan hidup anak-anak yang ditinggalkan bisa tetap berjalan.

Karena anaklah yang akan meneruskan misi orang tua, terutama terkait agama. Jangan sampai ketika ayahnya meninggal, mereka lantas menjadi fakir (dan atau miskin). Karena kefakiran itu dekat dengan kekufuran.

Itu mengapa bagian anak lebih besar dari bagian ibu atau kakek-nenek…

KAPASITAS DIRI

"Mas, teman saya kok bisa 'closing' penjualan besar-besar, sedangkan aku tidak?",Tanya seorang teman saat buka puasa kemarin. Lalu saya ceritakan kisah yang pernah saya tulis dua tahun lalu ( http://www.basriadhi.com/2017/…/dua-kota-tiga-cerita-ii.html). Seorang ibu mengeluh, kepalanya pusing, mau berfikir untuk memulai usaha rasanya buntu. Saat saya tanya kenapa bisa begitu, dia menjawab", Saya punya hutang di Bank, pak". Hutangnya 'hanya' Rp 20 juta, tapi pusingnya tujuh keliling. maka, dengan sok bijak seperti biasa, saya bilang",Ibu, bagaimana Tuhan bisa percaya pada ibu untuk mengelola rezeki milyaran, kalau hanya karena hutang Rp 20 juta otaknya sudah buntu". "Hubungannya dengan kasusku apa mas",kata temanku penasaran. "Hubungan soal Kapasitas Diri",kata saya. Ada seorang teman kuliah, memiliki usaha yang sangat bagus. Omzet dan keuntungan ratusan miliar setahun. Karena ada sedikit kesalahan pengambilan…

ORANG BERMUTU

"Kamu ini dari tadi main melulu, lari-larian. Udah berhenti. mama yang lihat aja capek", Kata seorang ibu sambil menjewer telinga anak laki-lakinya yang berlarian di halaman masjid saat jeda antara sholat Tarawih dan Sholat Witir.

Mengapa seorang anak kecil kalau sudah bermain sampai lupa waktu dan lupa capek?

Dalam sebuah organisasi, selalu saja ada orang yang rajin bekerja serta ada yang tidak. Dalam kelompok yang rajin, masih dibagi lagi : rajin beneran atau rajin karena terpaksa.

Bagaimana membedakannya ?

Lihat wajah dan rekap absensi mereka. Sebagai contoh, lihatlah foto saya tahun 2006 ini. Ini adalah contoh orang yang kelihatannya rajin dan giat bekerja, namun didasari rasa terpaksa. Tak ada pilihan lain selain harus bekerja di tempat atau pekerjaan itu.

Dulu, tiap kali pagi datang, badan rasanya malas untuk digerakkan. Sehingga, kalau sudah sampai puncak rasa malas badan tiba-tiba terasa pegal atau pusing, saya memutuskan datang terlambat atau absen sama sek…