Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2015

Cerita Satu Setengah Tahun ...

Bukan, bukan karena sudah merasa hidupnya paling enak lalu saya menulis notes ini. Sama sekali bukan. Justru karena hidup saya sudah kenyang babak belur dihajar aneka cobaan, kegagalan maka saya bisa nulis notes ini. Boleh percaya boleh enggak. Hari ini, 1 Desember 2015 adalah tepat setahun setengah BHR Agency, agency yang saya miliki serta kelola (bersama Driffaroza Ocha, istri saya) beroperasi. Kemarin, kami merayakan “tutup buku” ala AIA dengan mencatat omzet Rp 4,3 Miliar atau nyaris 3 kali lipat omzet yang kami bukukan tahun 2014 lalu. Keren? nggak juga, karena banyak agency AIA lain yang jauh lebih hebat. Minder? walah bro...nggak akan, justru kami merasa musti lebih baik dan lebih baik lagi. Tahun 2002 sekeluar dari TEMPO, saya merintis bisnis ternak bebek petelor dan gagal. Lalu “coba-coba” menjadi distributor nata de coco dan membuat tabloid sendiri. Karena bisnisnya coba-coba, maka hasilnya juga coba-coba...alias gagal juga. Balik lagi ke dunia kerja hanya tahan 1…

Kursi Baru depan Tivi

Sebagai suami yang kurang romantis, saya terkadang lupa hari ulang tahun istri. Jangankan hari ulang tahun istri, lha hari ulang tahun sendiri saja suka tidak ingat.  Sampai dua minggu lalu, di depan tivi di rumah kami yang kecil, ada perabot baru di depan tivi. Baiklah kita bahas dulu definisi rumah kecil. Rumah kami berdiri di atas tanah 150 meter persegi. Jauh lebih kecil dibandingkan dengan rumah “copycat” kami : Anang dan Ashanty. Coba perhatikan foto saya dan istri saya, mirip mereka kan ? (Mirip, kata saya sendiri). Rumah Anang-Ashanty berdiri di atas tanah 2400 m2, luas tanah rumah saya tak sampai sepersepuluhnya, jadi jelas kan. Memiliki rumah kecil tentu dibutuhkan kecerdasan berlebih, agar rumah tetap kelihatan lega, tak “sumuk” karena kebanyakan perabot. Kalau “sumuk” artinya kita punya alasan agar menyediakan penyejuk ruangan (baca : AC) di rumah. Bukan, bukannya kami sok rumah hijau, pro lingkungan dan anti pemakaian AC : namun, sederhana saja, kami harus mengir…