Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2013

Bukan Soal "Cost Benefit"

Minggu lalu, saya menyetir mobil -sendiri- dari Bogor ke Semarang. Dua belas jam perjalanan bukan waktu yang pendek.  Jumat berangkat ke Semarang, Minggu saya sudah kembali lagi ke Bogor.

Beberapa teman yang tahu saya pergi ke Semarang, pasti mengira saya sedang memeriahkan liburan panjang Idul Adha.  Bukan sebenarnya.

Pergi ke Semarang, bisa jadi menjadi perjalanan sakral buat saya, semacam ritual : karena itu waktunya menengok ibu, satu-satunya orangtua yang miliki saat ini setelah Bapak saya meninggal dunia 2006 lalu.  Beberapa teman dengan kritis bilang, kenapa nggak pakai telepon saja? atau SMS, BBM, Whatsapp?

Mengunjungi orangtua bukanlah bisnis yang pantas kita hitung "cost benefit"nya.  Mungkin sekali perjalanan ke Semarang -via darat, nyetir sendiri- bisa menghabiskan 2-3 juta untuk bensin dan akomodasi.  Dibandingkan dengan pulsa telepon tentu jauh lebih besar, tapi bayangkan bagaimana bahagianya orangtua melihat anaknya pulang menyambangi.  

Bandingkan dengan se…

Seandainya Saya Carter Chamber ...

Ya, seandainya saya Charter Chambers yang bertemu Edward Cole di Film The Bucket List (2007).  Carter diperankan dengan brillian oleh Morgan Freeman, dan Edward yang dijiwai oleh akting ciamik Jack Nicholson, sungguh menggugah urat menulis saya untuk membuat Notes hari ini.

Bagi anda yang sudah menonton filmnya, simpan pengetahuan anda dulu.  Adalah Carter yang bekerja sebagai montir, karena sakitnya bertemu dengan Edward -jutawan kesepian yang pongah- sehingga termakan aturan main yang dibautnya sendiri : di sebuah rumah sakit, milik Edward.  Tadinya Edward menolak dirawat berbagi ruangan dengan Carter yang disebutnya "sudah setengah hidup".  Tapi dia termakan aturan yang dibuatnya sendiri.  Satu orang miskin ketemu satu orang kaya.

Hampir putus asa karena penyakitnya,  Carter sempat menulis "daftar keinginan terakhir" atau The Bucket List, hal-hal yang ingin dia lakukan sebelum dia mati.  Tapi Carter tak cukup punya nyali untuk menyimpan (apalagi mewu…