Skip to main content

Berapa Nilai Uang Rp 500.000,- Anda ?

Pertanyaan yang aneh.  Ya, ini memang pertanyaan yang aneh.

Maka, mari bersama, kita bayangkan uang Rp 500.000,- di dompet atau rekening kita. 

Dia tak cukup untuk makan berdua di Tony Roma's.  Tapi dia hanya cukup dua kali makan berempat, di Pizza Hut. 
Dia tak cukup untuk membeli oli mesin dan oli transmisi mobil saat servis rutin bulanan, namun dia hanya cukup untuk tiga kali isi bensin dalam dua minggu kerja kita.

Dia tak cukup untuk membeli gajet Blackberry -bahkan yang seri paling underdog, karena dia hanya cukup untuk beli pulsa selama satu bulan.

Uang Rp 500.000,- di dompet kita bahkan tak cukup untuk membayar biaya taxi menuju rumah saki,  saat kita sakit.

Tapi, bacalah penawaran hebat ini (saya menemukan terselip di buku notes saya), bahwa setiap bulan dengan mengeluarkan atau menyisihkan  "sejumlah uang yang kurang berharga" itu, skema Proteksi Kesehatan MANULIFE bisa memberikan :

a. Manfaat kesehatan berupa biaya kamar saat rawat inap (tak terbatas saat kita sakit saja), namun juga saat kita kecelakaan (lalu lintas, jatuh dari pohon, dari genteng dll)
b. Manfaat pembayaran kamar ICU, saat kita sakit atau kecelakaan
c. Membayari biaya kunjungan dokter saat kita dirawat\
d. Membayari biaya laboratorium, obat saat kita dirawat
e. Membayari biaya dokter bedah, Dokter rjukan, ahli bius dan kamar operasi
f. membayari biaya rawat jalan.

Tak cuma itu saja, "uang kurang berharga" itu juga memberikan uang pensiun dan uang pertanggungan saat kita meninggal dunia.

Maka, bayangkan betapa selama ini mata kita tertutup rapat dan diikat lakban tujuh lapis.  Kita remehkan Rp 500.000,- per bulan dengan karaoke atau membeli pulsa, kita tak memberinya tempat istimewa untuk membantu keluarga kita saat kita menderita.

Maka, nilai uang itu bisa tak berharga buat anda, tapi sangat berharga untuk keluarga anda.  Berapapun nilai "uang kurang berharga anda" tolong hubungi saya.  Saya akan membuatnya menjadi sangat berharga buat keluarga anda yang tercinta.

Hidup itu pilihan. 

Comments

Popular posts from this blog

MAU JUAL GINJAL? BACA SAMPAI SELESAI !

Sudah dua tahun tak bertemu, seorang teman mengirimkan "broadcast message" (BM) di perangkat Blackberry saya. BM-nya agak mengerikan : dia mencari donor ginjal untuk saudaranya yang membutuhkan. Soal harga -bila pendonor bermaksud "menjual" ginjalnya bisa dibicarakan dengannya. Membaca BM itu, saya teringat kisah pak Dahlan Iskan dalam bukunya GANTI HATI. Dengan jenaka beliau bercanda, bahwa kini dia memiliki 2 bintang seharga masing-masing 1 milyar, satu bintang yang biasa dia kendarai kemana-mana (logo mobil Mercedez) dan satu bintang jahitan di perutnya hasil operasi transplatasi hati. Ya, hati pak Dahlan "diganti" dengan hati seorang anak muda dari Cina, kabarnya harganya 1 miliar. Lalu, iseng-iseng saya browsing, dan ketemulah data ini, Data Harga organ tubuh manusia di pasar gelap (kondisi sudah meninggal dibawah 10 jam, sumber :http://namakuddn.wordpress.com/2012/04/27/inilah-daftar-harga-organ-tubuh-manusia-di-pasar-gelap/) 1. Sepasang bola mata: U

TIDAK AKAN HANGUS

"Mas, kalau misalnya suami istri berada dalam satu pesawat yang jatuh; dimana Suami memiliki asuransi jiwa, dengan dia sebagai Pemegang Polis dan Tertanggung serta Istri sebagai (Yang Ditunjuk sebagai) Penerima Manfaat : apakah manfaat asuransinya hangus?", Demikian DM pertama yang masuk melalui messenger saya semalam. Disusul DM kedua dan puluhan DM lainnya, yang menanyakan apakah dalam kondisi seperti di atas, Perusahaan Asuransi akan tetap membayarkan manfaat Uang Pertanggungan, mengingat yang -tadinya- ditunjuk sebagai Penerima Manfaat juga ikut meninggal. Saya jawab ",Manfaat Uang Pertanggungan TIDAK akan hangus, tidak akan dikuasai perusahaan asuransi, dan tidak akan dikuasai oleh negara".  Lalu uang pertanggungan akan "jatuh" pada siapa?  Untuk mengingatkan kembali -pada saat pembuatan Kontrak Pertanggungan Asuransi Jiwa - penunjukkan Penerima Manfaat Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa tidak diatur berdasarkan Hubungan Waris. Dia diatur berdasar Hubun

PAILIT dan BANGKRUT

Saya tulis artikel ini, karena banyaknya pertanyaan dari nasabah saya terkait RENCANA dua orang mantan agen perusahaan asuransi tempat saya bekerjasama untuk mengajukan gugatan pailit melalui mekanisme PKPU sesuai UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Banyak nasabah bingung dan takut ini berpengaruh pada uang program asuransi (terutama yang terkait produk unit link, karena ada investasinya) yang dipercayakan pada perusahaan tersebut. Secara keuangan -sejauh ini - perusahaan tersebut tak ada masalah. Kinerja masih baik-baik saja, jauh dari kata bangkrut. Karena BANGKRUT dan PAILIT adalah dua hal yang berbeda. Begini kira-kira ceritanya : Pailit diatur dalam UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ( PKPU). Menurut UU tersebut, sebuah perusahaan dinyatakan pailit ketika ada debitur (pihak yang perusahaan yang memiliki hutang), dinyatakan tidak membayar hutang yang jatuh tempo dari dua atau lebih kredi