Skip to main content

KAN SAYA MASIH HIDUP ...


“Harta, sebenarnya belum bisa dikatakan pembagian harta karena saya masih hidup. Tetapi saya tetap akan membagikan hak mereka masing-masing sesuai dengan peraturan agama,” ujar ibu Fariani.
Ibu Fariani adalah seorang ibu dengan empat orang anak yang baru saja ditinggalkan suaminya Ipda Purnawirawan Matta. Almarhum meninggalkan harta waris berupa tanah, rumah dan mobil senilai Rp 15 Miliar.
Pada bulan Maret 2017, ketiga anak ibu Fariani mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Agama Kota Baubau, Sulawesi Tenggara dengan nomor 163/ptg/ 2013/PA/2017, yang inti gugatannya : Meminta bagian mereka selaku ahli waris yang sah atas harta waris almarhum ayah mereka.
Dunia makin aneh? Anak kurang ajar? Tidak.
Banyak orang yang memiliki pendapat seperti ibu Fariani, sebagaimana yang saya kutip di paragraf pertama di atas. Pendapat yang KELIRU.
Begitu seorang suami meninggal dunia, maka hartanya tidak serta merta menjadi miliki istri atau anak-anaknya. Harta itu berubah menjadi harta tak bertuan, yang harus dibersihkan dari unsur Biaya, Hutang dan Wasiat (bila ada). Harta tak bertuan yang sudah bersih itu baru berubah menjadi harta waris.
Persoalan selesai ? Belum. Harta Waris itu harus SEGERA dibagi kepada ahli warisnya.
Hukum menyegerakan pembagian harta waris (yang cukup jelas dalam agama Islam) bukan sekedar perkara yang hukumnya mubah atau sunnah. Hukumnya adalah wajib dan pada dasarnya tidak boleh ditunda-tunda. Sebab menunda pembagian waris sama saja dengan menahan hak-hak para ahli waris.
Dalam hal tanah dan bangunan, sering terjadi salah kaprah. "Lho kan ibu masih tinggal di rumah itu, mosok rumah mau dibagi-bagi",katanya.
Pembagian Harta Waris bukan berarti menjual assetnya. Yang terjadi adalah alih kepemilikan : dari pemilik lama yang sudah meninggal dunia, menjadi kepemilikan pribadi atau kepemilikan kolektif (saudara-bersaudara).
Masalahnya, banyak yang bersengketa sebenarnya karena merasa kepemilikan/hak atas harta warisnya itu terancam, karena bukti kepemilikannya tidak dilegalkan. Misalnya tanah dan bangunan harus dibayar BPHTB warisnya untuk proses alih hak.
Plus ...keengganan mengurus semacam BPHTB Waris itu biasanya karena ketiadaan dana tunai untuk mengurus itu semua.
Itu kenapa, selalu saya bilang : seorang Ayah yang bijak tak hanya meninggalkan "Real Estate" (Warisan Nyata) namun juga Program Jaminan Warisan Tunai berbentuk Program Asuransi Jiwa. Yang bila Uang Pertanggungannya cair, bisa dipakai untuk MENUTUP HUTANG, MEMBAYAR BIAYA dan menggenapkan bagian ahli waris bila ada WASIAT.
Namun, ayah yang bijak juga butuh istri yang pintar. Repotnya, kalau sudah berurusan dengan asuransi, banyak istri yang menjadi "kurang pintar". Memilih uangnya dibelikan tas (yang nanti akan usang) ketimbang menjadi warisan tunai yang akan membantunya terhindar dari sengketa waris.
Yekan, ngaku aja?

Comments

  1. Halo.. Nama saya mercy. Saya berumur 26 tahun. Saya sehat jasmani. Dan saya memiliki gol. darah O+. Bisa dihubungi via sms saja ke 085693017288. Mohon secepatnya.

    ReplyDelete
  2. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seorang dokter medis yang luar biasa dalam pribadi Dr Collins Raphael yang telah membuat keluarga saya dan saya bangga dengan kepercayaan dan urgensi, ia membeli salah satu ginjal saya untuk pasiennya dengan jumlah uang yang luar biasa dalam dolar, saya menemukan alamat email di internet sebagai doctorcollins3@gmail.com diterbitkan oleh satu Michel dan Lopez berterima kasih padanya dan mengatakan kepada dunia tentang bagaimana dia datang untuk menyelamatkan mereka secara finansial sebagai akibat dari membeli ginjal mereka tanpa stres, saya segera mendaftar melalui email dan saya diberikan semua perhatian yang saya butuhkan oleh Dokter dalam waktu kurang dari seminggu saya memenuhi semua persyaratan, dan setengah uang saya seperti mimpi ketika masuk ke rekening bank saya sebelum transplantasi, saya mendorong Anda untuk menghubungi Dr.Collins melalui; doctorcollins3@gmail.com untuk kemahiran keuangan Anda untuk datang seperti milik saya beberapa bulan yang lalu. Saya berjanji untuk melakukan ini ketika saya akhirnya berhasil.
    doctorcollins3@gmail.com atau hubungi dia di via +254750078353

    Saya Lerry joel.
    Dari indonesia

    ReplyDelete
  3. Halo,
    Ini untuk memberi tahu masyarakat bahwa Nyonya Charity White, pemberi pinjaman swasta memiliki kesempatan finansial untuk semua orang yang membutuhkan bantuan keuangan, membayar tagihan, untuk berinvestasi dalam bisnis baru atau untuk meningkatkan bisnis Anda. Kami memberikan pinjaman dengan bunga sebesar 2% kepada perusahaan dan perorangan. Ini tidak memerlukan banyak dokumen, juga syarat dan ketentuan yang jelas dan peka. Hubungi kami via e-mail: (charitywhitefinancialfirm@gmail.com) Kami akan memberikan layanan terbaik kami.

    ReplyDelete
  4. Saya ingin menjual ginjal saya,
    Golongan dara A
    Umur 23 tahun
    Telpon/wa 082273659300
    Butuh cepat

    ReplyDelete
  5. Saya ingin donor ginjal
    Golongan darah A
    Umur 23
    Tlpon atau wa 0822736593

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Anda Mau Menjual Ginjal ?

Sudah dua tahun tak bertemu, seorang teman mengirimkan  "broadcast message" (BM) di perangkat Blackberry saya.  BM-nya agak mengerikan : dia mencari donor ginjal untuk saudaranya yang membutuhkan.  Soal harga -bila pendonor bermaksud "menjual" ginjalnya bisa dibicarakan dengannya.   

Mambaca BM itu, saya teringat kisah pak Dahlan Iskan dalam bukunya GANTI HATI.  Dengan jenaka beliau bercanda, bahwa kini dia memiliki 2 bintang seharga masing-masing 1 milyar, satu bintang yang biasa dia kendarai kemana-mana (logo mobil Mercedez) dan satu bintang jahitan di perutnya hasil operasi transplatasi hati.  Ya, hati pak Dahlan "diganti" dengan hati seorang anak muda dari Cina, kabarnya harganya 1 miliar.

Lalu, iseng-iseng saya browsing, dan ketemulah data ini, Data Harga organ tubuh manusia di pasar gelap  (kondisi sudah meninggal dibawah 10 jam, sumber :http://namakuddn.wordpress.com/2012/04/27/inilah-daftar-harga-organ-tubuh-manusia-di-pasar-gelap/)

1. Sepasang bo…

APAKAH UNITLINK TERMASUK PAPER ASSET?

Tulisan ini sebenarnya hanya merespon postingan seorang perencana keuangan tentang kisah nasabahnya.

Alkisah, nasabahnya seorang lelaki yang penghasilannya (katakan) Rp 10 Miliar per tahun. Dengan gaya hidup yang konservatif, si nasabah baru sadar bahwa di akhir tahun tabungan dia hanya Rp 3 Miliar. Sisa uangnya kemana, padahal dia dugem enggak, travelling pribadi dalam batas wajar, makan mewah jarang banget ...

Lalu, perencana keuangan tersebut melakukan bedah perkara. Dari hasil bedah perkara, ditemukan beberapa sebab. Seperti dia terlalu mudah percaya pada orang, sehingga dengan mudah meminjamkan uangnya pada saudara atau teman dengan dalih modal usaha (yang akhirnya nggak balik lagi).

Namun, ada satu hal dari nasehat perencana keuangan itu yang menurut saya tidak pas. Yaitu : Menurut perencana keuangan itu, adalah keliru nasabah memiliki banyak unit link karena “investasi” di unit link itu justru menggerus uangnya.

Saya kira pendapat ini tidak pas, terutama soal pendapat “investa…

"TERTIPU" UNIT LINK? KOK BISA.

Terimakasih pada klien sekaligus sahabat saya Iqbal Mukmin yang mau berbagi cerita ini di wall-nya. Sekali lagi, ini kisah pahit seorang nasabah asuransi (maaf, sangaja saya blur nama pemilik cerita serta perusahaan asuransinya).

Saya pernah menulis tentang hal serupa yang pernah terjadi dalam artikel saya :
http://www.basriadhi.com/2016/05/asuransi-bukan-tabungan.htmlNamun, kisah ibu nasabah (yang saya capture ini) agak berbeda. Dan saya ingin mengupas, agar anda semua tak "kejeblos" di lubang yang sama. Sekaligus menjawab pertanyaan beberapa teman.

Patut diduga produk yang dibeli oleh ibu Nasabah ini adalah produk UNIT LINK, yaitu produk asuransi yang "menggabungkan" fitur asuransi/proteksi dengan investasi. Dan pada kasus di bawah, oknum agen memanfaatkan ketidaktahuan nasabah -terutama- soal fitur investasi dan biaya-biaya asuransi.

Sebagaimana yang saya tulis di artikel dalam link di atas, Asuransi bukanlah tabungan, walaupun itu produk Unit Link. Dari c…