Skip to main content

Kurangin Cicilan, Banyakin Tabungan

"Bas, aku masih banyak cicilan. Mobil yang satu cicilannya masih setahun lagi, yang satu lagi masih empat tahun ke depan beres cicilannya. Rumah juga belum lunas, masih lama. Belum kepikir lah buat nyisihin buat dana pendidikan anak. Insya Allah nanti anak kan ada rezekinya sendiri. Toh anakku butuh biaya gede kan paling ntar pas kuliah",kata teman di hadapanku.

Aku angsurkan surat konfirmasi dari Universitas tempat anak sulungku mendaftar kemarin, yang alhamdulillah walaupun ini anak aktivis bandel nggak bisa diem, dia bisa dapat beasiswa.
"Kalau tujuh tahun lagi, maka Rp 300juta akan jadi sekitar Rp 800an juta. Kalau mau dicicil dari SEKARANG uang yang musti disiapin dicicil dari sekarang Rp 5 jutaan per bulan. Makin lama ditunda, "cicilan" persiapan dananya pasti makin gede", kataku.

Semoga Tuhan kasih kita panjang umur, kekuatan fisik bisa bekerja dan rezeki berlimpah buat anak. Tapi itu semua hak prerogatif Tuhan. Tugas kita hanya berusaha mempersiapkan, antisipasi ...tawakkal beda jauh dengan hanya sekedar pasrah bongkokan yang Kata orang Skotlandia : Ngglundung Semprong.

Dia manggut-manggut. Minta dibuatkan illustrasi perhitungan program Dana Pendidikan Anak dan janji mau ngurangin beli alat Vape, koleksi mainan RC dan keluar masuk cafe (seperti para kaum BPJS lainnya). Bajet Pas-Pasan, Jiwa Sosialita.

Kurangi Cicilan, Banyakin Tabungan. Korbanin Hobi, gedein Investasi.

Comments

Popular posts from this blog

MAU JUAL GINJAL? BACA SAMPAI SELESAI !

Sudah dua tahun tak bertemu, seorang teman mengirimkan "broadcast message" (BM) di perangkat Blackberry saya. BM-nya agak mengerikan : dia mencari donor ginjal untuk saudaranya yang membutuhkan. Soal harga -bila pendonor bermaksud "menjual" ginjalnya bisa dibicarakan dengannya. Membaca BM itu, saya teringat kisah pak Dahlan Iskan dalam bukunya GANTI HATI. Dengan jenaka beliau bercanda, bahwa kini dia memiliki 2 bintang seharga masing-masing 1 milyar, satu bintang yang biasa dia kendarai kemana-mana (logo mobil Mercedez) dan satu bintang jahitan di perutnya hasil operasi transplatasi hati. Ya, hati pak Dahlan "diganti" dengan hati seorang anak muda dari Cina, kabarnya harganya 1 miliar. Lalu, iseng-iseng saya browsing, dan ketemulah data ini, Data Harga organ tubuh manusia di pasar gelap (kondisi sudah meninggal dibawah 10 jam, sumber :http://namakuddn.wordpress.com/2012/04/27/inilah-daftar-harga-organ-tubuh-manusia-di-pasar-gelap/) 1. Sepasang bola mata: U

TIDAK AKAN HANGUS

"Mas, kalau misalnya suami istri berada dalam satu pesawat yang jatuh; dimana Suami memiliki asuransi jiwa, dengan dia sebagai Pemegang Polis dan Tertanggung serta Istri sebagai (Yang Ditunjuk sebagai) Penerima Manfaat : apakah manfaat asuransinya hangus?", Demikian DM pertama yang masuk melalui messenger saya semalam. Disusul DM kedua dan puluhan DM lainnya, yang menanyakan apakah dalam kondisi seperti di atas, Perusahaan Asuransi akan tetap membayarkan manfaat Uang Pertanggungan, mengingat yang -tadinya- ditunjuk sebagai Penerima Manfaat juga ikut meninggal. Saya jawab ",Manfaat Uang Pertanggungan TIDAK akan hangus, tidak akan dikuasai perusahaan asuransi, dan tidak akan dikuasai oleh negara".  Lalu uang pertanggungan akan "jatuh" pada siapa?  Untuk mengingatkan kembali -pada saat pembuatan Kontrak Pertanggungan Asuransi Jiwa - penunjukkan Penerima Manfaat Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa tidak diatur berdasarkan Hubungan Waris. Dia diatur berdasar Hubun

PAILIT dan BANGKRUT

Saya tulis artikel ini, karena banyaknya pertanyaan dari nasabah saya terkait RENCANA dua orang mantan agen perusahaan asuransi tempat saya bekerjasama untuk mengajukan gugatan pailit melalui mekanisme PKPU sesuai UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Banyak nasabah bingung dan takut ini berpengaruh pada uang program asuransi (terutama yang terkait produk unit link, karena ada investasinya) yang dipercayakan pada perusahaan tersebut. Secara keuangan -sejauh ini - perusahaan tersebut tak ada masalah. Kinerja masih baik-baik saja, jauh dari kata bangkrut. Karena BANGKRUT dan PAILIT adalah dua hal yang berbeda. Begini kira-kira ceritanya : Pailit diatur dalam UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ( PKPU). Menurut UU tersebut, sebuah perusahaan dinyatakan pailit ketika ada debitur (pihak yang perusahaan yang memiliki hutang), dinyatakan tidak membayar hutang yang jatuh tempo dari dua atau lebih kredi