Skip to main content

KETIDAKPASTIAN MENUJU KEPASTIAN

Padahal tak sampai sepuluh menit lalu dia menasehati saya, berhentilah merokok. Merokok bikin umur pendek. Saya cuma tersenyum, menuju lift, turun dan menyeberang ke kios rokok di seberang hotel.

"Tak lama bumi terasa berguncang hebat, kios rokok di depan saya runtuh diiringi bunyi gelegar luar biasa, hotel tujuh lantai di belakang saya juga runtuh. Dengan teman yang tadi menasehati saya masih ada (terkubur) di dalamnya", kata A, seorang "survivor" runtuhnya hotel Roa Roa di Jl Pattimura-Palu pada wartawan.

Hidup memang hanya serangkaian proses ketidakpastian menuju sebuah kepastian. Sehat, sakit, celaka itu semua ketidakpastian belaka.

Mendengar kisah A, saya teringat petuah Rasheed Olanguru, seorang Life Coach dari Inggris :
"Legacy is not what's left tommorow when you're gone. It's what you give, create, impact and contribute today while you're here that then happens to live on"

Terjemahan bebasnya kira-kira : Warisan bukanlah apa yang tersisa besok saat anda meninggal.
Warisan adalah apa yang anda berikan, ciptakan, dampaknya dan kontribusikan hari ini, saat anda masih hidup, yang kemudian AKAN TERUS HIDUP.

Kita sibuk dalam mengejar ketidakpastian, kadang lupa bahwa kita sedang menuju kepastian. Dan saat kepastian itu tiba, kita lupa ...

Lupa bahwa kita meninggalkan generasi penerus yang juga hidup dalam ketidakpastian. Maka Warisan haruslah direncanakan.

--- Doa untuk korban gempa dan Tsunami Palu dan Donggala.

Comments

  1. Saya mw menjual ginjal saya,saya mw membahagiakan ahak dan keluarga saya..
    Minat hubungin +6281535433326

    ReplyDelete
  2. Saya mau menjual ginjal saya, saya faizal daren, umur 24thn, golongan darah A+ , ini nomer saya 081297850666 whatsapp saya butuh untuk membantu keluarga saya, dan melunasi hutang orang tua saya, saya butuh secepatnya, terima kasih

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Anda Mau Menjual Ginjal ?

Sudah dua tahun tak bertemu, seorang teman mengirimkan  "broadcast message" (BM) di perangkat Blackberry saya.  BM-nya agak mengerikan : dia mencari donor ginjal untuk saudaranya yang membutuhkan.  Soal harga -bila pendonor bermaksud "menjual" ginjalnya bisa dibicarakan dengannya.   

Mambaca BM itu, saya teringat kisah pak Dahlan Iskan dalam bukunya GANTI HATI.  Dengan jenaka beliau bercanda, bahwa kini dia memiliki 2 bintang seharga masing-masing 1 milyar, satu bintang yang biasa dia kendarai kemana-mana (logo mobil Mercedez) dan satu bintang jahitan di perutnya hasil operasi transplatasi hati.  Ya, hati pak Dahlan "diganti" dengan hati seorang anak muda dari Cina, kabarnya harganya 1 miliar.

Lalu, iseng-iseng saya browsing, dan ketemulah data ini, Data Harga organ tubuh manusia di pasar gelap  (kondisi sudah meninggal dibawah 10 jam, sumber :http://namakuddn.wordpress.com/2012/04/27/inilah-daftar-harga-organ-tubuh-manusia-di-pasar-gelap/)

1. Sepasang bo…

"TERTIPU" UNIT LINK? KOK BISA.

Terimakasih pada klien sekaligus sahabat saya Iqbal Mukmin yang mau berbagi cerita ini di wall-nya. Sekali lagi, ini kisah pahit seorang nasabah asuransi (maaf, sangaja saya blur nama pemilik cerita serta perusahaan asuransinya).

Saya pernah menulis tentang hal serupa yang pernah terjadi dalam artikel saya :
http://www.basriadhi.com/2016/05/asuransi-bukan-tabungan.htmlNamun, kisah ibu nasabah (yang saya capture ini) agak berbeda. Dan saya ingin mengupas, agar anda semua tak "kejeblos" di lubang yang sama. Sekaligus menjawab pertanyaan beberapa teman.

Patut diduga produk yang dibeli oleh ibu Nasabah ini adalah produk UNIT LINK, yaitu produk asuransi yang "menggabungkan" fitur asuransi/proteksi dengan investasi. Dan pada kasus di bawah, oknum agen memanfaatkan ketidaktahuan nasabah -terutama- soal fitur investasi dan biaya-biaya asuransi.

Sebagaimana yang saya tulis di artikel dalam link di atas, Asuransi bukanlah tabungan, walaupun itu produk Unit Link. Dari c…

KAN SAYA MASIH HIDUP ...

“Harta, sebenarnya belum bisa dikatakan pembagian harta karena saya masih hidup. Tetapi saya tetap akan membagikan hak mereka masing-masing sesuai dengan peraturan agama,” ujar ibu Fariani. Ibu Fariani adalah seorang ibu dengan empat orang anak yang baru saja ditinggalkan suaminya Ipda Purnawirawan Matta. Almarhum meninggalkan harta waris berupa tanah, rumah dan mobil senilai Rp 15 Miliar. Pada bulan Maret 2017, ketiga anak ibu Fariani mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Agama Kota Baubau, Sulawesi Tenggara dengan nomor 163/ptg/ 2013/PA/2017, yang inti gugatannya : Meminta bagian mereka selaku ahli waris yang sah atas harta waris almarhum ayah mereka. Dunia makin aneh? Anak kurang ajar? Tidak. Banyak orang yang memiliki pendapat seperti ibu Fariani, sebagaimana yang saya kutip di paragraf pertama di atas. Pendapat yang KELIRU. Begitu seorang suami meninggal dunia, maka hartanya tidak serta merta menjadi miliki istri atau anak-anaknya. Harta itu berubah menjadi harta tak be…