Skip to main content

NANGIS MUMBAI

Saya ceritakan kisah nyata ini tanpa harus membuka asal muasalnya darimana, anggap saja itu rahasia di antara kita.

Sebut saja namanya Kumbang, istrinya namanya Mawar. Mawar bahagia bisa menikah dengan Kumbang, demikian juga sebaliknya, walau usia mereka terpaut cukup jauh : 22 tahun.

Mawar adalah wanita kedua yang dinikahi Kumbang, setelah dia bercerai dengan Melati, istrinya terdahulu. Kita semua tahu, Mawar dan Melati semuanya indah. Dari pernikahan terdahulu, Kumbang memiliki dua orang anak.

Bersama Mawar, dalam lima tahun usia perkawinan, mereka memiliki tiga orang anak yang lucu-lucu.

Suatu kali datanglah seorang agen asuransi menemui Kumbang. Mawar tak mau ikut menemui, hanya nguping dari dalam kamar.

"Milikilah manfaat asuransi ini sebagai solusi untuk perencanaan waris anda, pak Kumbang. Ini akan menjadi "penambal" biaya penyelesaian waris dan tambahan manfaat (waris) untuk istri anda", Kata si agen asuransi yang dari cara "fact finding" secanggih Tin Tin dan Snowy mengendus bakal ada masalah kelak saat pembagian waris bila Kumbang meninggal.

Dengan materi yang dibawanya dari kelas Perencanaan Waris, sang agen asuransi bercerita pada Kumbang. Kumbang mendengar dengan seksama, Mawar mendengar dengan emosi, terutama saat mendengar angka "kontribusi" yang harus dibayarkan.

Tiba-tiba dari arah kamar, dengan mata melotot berkacak pinggang, Mawar keluar dan meminta supaya suaminya tak meladeni agen asuransi itu. "Buang-buang duit aja beli asuransi", Kata Mawar sambil berdiri di samping meja.

Singkat cerita sang agen asuransi pulang tanpa menutup penjualan. Dan sejak itu, kontak Kumbang membloknya, patut diduga Mawar yang melakukannya. Sebal betul dia sama agen asuransi.

Pendek kisah, dua tahun setelah pertemuan itu, Kumbang meninggal. Pembagian waris dilakukan mengikuti Hukum Perdata. Mawar walau sedih juga senang, karena (mengira) dia akan mendapat separo harta yang ditinggalkan suaminya plus 1/8 bagian sebagai porsinya sebagai ahli waris bersama 3 anaknya.

Tapi apa lacur, suatu pagi datanglah Melati- mantan istri sang suami- bersama dua lelaki yang diakuinya sebagai pengacaranya. Mereka menuntut hak dua anak dari perkawinan Kumbang dan Melati dulu.

Tanpa basa-basi, sang Pengacara menyampaikan perihal pasal 852a KUHPerdata : Suami/Istri yang datang pada PernIkahan Kedua atau Lebih tak bisa mendapatkan bagian sama sebagaimana Pasangan yang datang pada pernikahan pertama.

Sang pengacara dengan santai dan lancar menyampaikan bahwa bagian Mawar tak boleh melebihi bagian anak-anak, dengan maksimal hanya 1/4 bagian. Artinya, dengan kondisinya sekarang yang memiliki 3 anak plus ada 2 anak Kumbang dari Melati, total anaknya 5, maka dia hanya akan menerima 1/6 bagian dari harta waris. Jauh dari hitungan dia.

Mendengar hal itu, dia tetiba ingat hal yang diceritakan agen asuransi yang datang pada suaminya dua tahun lalu, bahwa Manfaat Uang Pertanggungan Asuransi akan menjadi tambahan (waris) buatnya. Menggenapkan bagiannya sebagaimana kalau dia istri dari perkawinan pertama.

Tapi apa daya, kontak agen asuransi sudah dia blok, suaminya sudah terlanjur meninggal dan di depannya sudah ada Melati bersama pengacaranya.

Karena sejak 1995 Bombay sudah ganti nama, maka saat ini Mawar hanya bisa Nangis Mumbai.

Comments

Popular posts from this blog

Anda Mau Menjual Ginjal ?

Sudah dua tahun tak bertemu, seorang teman mengirimkan "broadcast message" (BM) di perangkat Blackberry saya. BM-nya agak mengerikan : dia mencari donor ginjal untuk saudaranya yang membutuhkan. Soal harga -bila pendonor bermaksud "menjual" ginjalnya bisa dibicarakan dengannya.

Membaca BM itu, saya teringat kisah pak Dahlan Iskan dalam bukunya GANTI HATI. Dengan jenaka beliau bercanda, bahwa kini dia memiliki 2 bintang seharga masing-masing 1 milyar, satu bintang yang biasa dia kendarai kemana-mana (logo mobil Mercedez) dan satu bintang jahitan di perutnya hasil operasi transplatasi hati. Ya, hati pak Dahlan "diganti" dengan hati seorang anak muda dari Cina, kabarnya harganya 1 miliar.

Lalu, iseng-iseng saya browsing, dan ketemulah data ini, Data Harga organ tubuh manusia di pasar gelap (kondisi sudah meninggal dibawah 10 jam, sumber :http://namakuddn.wordpress.com/2012/04/27/inilah-daftar-harga-organ-tubuh-manusia-di-pasar-gelap/)

1. Sepasang bola mata: US…

PAILIT dan BANGKRUT

Saya tulis artikel ini, karena banyaknya pertanyaan dari nasabah saya terkait RENCANA dua orang mantan agen perusahaan asuransi tempat saya bekerjasama untuk mengajukan gugatan pailit melalui mekanisme PKPU sesuai UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.

Banyak nasabah bingung dan takut ini berpengaruh pada uang program asuransi (terutama yang terkait produk unit link, karena ada investasinya) yang dipercayakan pada perusahaan tersebut.

Secara keuangan -sejauh ini - perusahaan tersebut tak ada masalah. Kinerja masih baik-baik saja, jauh dari kata bangkrut. Karena BANGKRUT dan PAILIT adalah dua hal yang berbeda.

Begini kira-kira ceritanya : Pailit diatur dalam UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ( PKPU). Menurut UU tersebut, sebuah perusahaan dinyatakan pailit ketika ada debitur (pihak yang perusahaan yang memiliki hutang), dinyatakan tidak membayar hutang yang jatuh tempo dari dua atau lebih kreditu…

"TERTIPU" UNIT LINK? KOK BISA.

Terimakasih pada klien sekaligus sahabat saya Iqbal Mukmin yang mau berbagi cerita ini di wall-nya. Sekali lagi, ini kisah pahit seorang nasabah asuransi (maaf, sangaja saya blur nama pemilik cerita serta perusahaan asuransinya).

Saya pernah menulis tentang hal serupa yang pernah terjadi dalam artikel saya :
http://www.basriadhi.com/2016/05/asuransi-bukan-tabungan.htmlNamun, kisah ibu nasabah (yang saya capture ini) agak berbeda. Dan saya ingin mengupas, agar anda semua tak "kejeblos" di lubang yang sama. Sekaligus menjawab pertanyaan beberapa teman.

Patut diduga produk yang dibeli oleh ibu Nasabah ini adalah produk UNIT LINK, yaitu produk asuransi yang "menggabungkan" fitur asuransi/proteksi dengan investasi. Dan pada kasus di bawah, oknum agen memanfaatkan ketidaktahuan nasabah -terutama- soal fitur investasi dan biaya-biaya asuransi.

Sebagaimana yang saya tulis di artikel dalam link di atas, Asuransi bukanlah tabungan, walaupun itu produk Unit Link. Dari c…