Skip to main content

MEMBANGUN PENJARA

Di atas panggung dengan latar belakang kain hitam, dia kelihatan tenggelam dalam kursi roda yang "kebesaran". Sore itu penjara Iron Wood di pinggiran Blythe, California hangat dengan kedatangan pria ini bersama Sir Richard Branson : pemilik Virgin Group.

Dia bernama Sean Stephenson. Penderita penyakit "langka" Osteogenesis Imperfecta, alias sindroma tulang rapuh. pada hari kelahirannya -ayah Sean bercerita- dia divonis oleh dokter dan therapist yang menolong kelahirannya hanya akan bertahan tak lebih dari 24 jam.

Namun 34 tahun kemudian, saat berbicara di antara ratusan "warga binaan" Lapas Iron Wood, dia bilang",Semua dokter yang meramalkan hidupnya bakal pendek, sudah meninggal dunia. "Dan saya adalah satu-satunya dokter yang hidup dari sejak peristiwa ramalan itu",kelakarnya yang disambut tawa audiens.

Ya, Sean kini berprofesi sebagai therapist, Penulis buku-buku "self help motivation" dan sekaligus motivator. "Kiatnya untuk menjadi hebat hanya satu", katanya. Jangan pernah percaya Prediksi Yang Tidak Menguatkanmu (Empowering).

Benar, banyak sekali dalam hidup kita bertemu orang-orang yang selalu berkata pada kita "Ah, jangan lah melakukan ini atau itu karena ini sulit ... atau itu sudah banyak dilakukan banyak orang serta kemudian mereka gagal".

Sean melanjutkan",Dengan terlalu banyak mendengar prediksi yang tidak menguatkan, diam-diam sebenarnya kita sedang membangun penjara". Penjara yang berbahaya bukanlah kotak dengan jeruji besi, atau ruang kedap isolasi suara seperti yang dihuni dr. Hannibal Lecter-tokoh rekaan Thomas Harris dalam Trilogi "Silence of the Lamb".

Penjara yang paling berbahaya justru dibangun di dalam pikiran kita. Kita terlalu percaya prediksi, omongan orang - yang kebanyak tidak menguatkan . Akhirnya, kita gagal meyakinkan orang lain karena ... pada dasarnya kita sendiri tak yakin pada (kemampuan dan usaha) diri kita sendiri. Usaha ini gagal, jualan itu gagal. Bukan karena usahanya buruk atau produk yang dijual jelek; namun karena sebenarnya dia sedang gagal meyakinkan dirinya sendiri.

Video Sean Stephenson berorasi di TEDx IronWoodPrison bisa anda intip di YouTube. Cocok untuk anda yang hingga kini belum yakin pada apa yang akan lakukan. Mencari dalih, alasan, mengalir seperti bangkai ikan di selokan. Karena sebenarnya saat ini sedang anda bangun penjara dalam pikiran anda.

Penjara yang dingin dan kejam.

Comments

Popular posts from this blog

MAU JUAL GINJAL? BACA SAMPAI SELESAI !

Sudah dua tahun tak bertemu, seorang teman mengirimkan "broadcast message" (BM) di perangkat Blackberry saya. BM-nya agak mengerikan : dia mencari donor ginjal untuk saudaranya yang membutuhkan. Soal harga -bila pendonor bermaksud "menjual" ginjalnya bisa dibicarakan dengannya. Membaca BM itu, saya teringat kisah pak Dahlan Iskan dalam bukunya GANTI HATI. Dengan jenaka beliau bercanda, bahwa kini dia memiliki 2 bintang seharga masing-masing 1 milyar, satu bintang yang biasa dia kendarai kemana-mana (logo mobil Mercedez) dan satu bintang jahitan di perutnya hasil operasi transplatasi hati. Ya, hati pak Dahlan "diganti" dengan hati seorang anak muda dari Cina, kabarnya harganya 1 miliar. Lalu, iseng-iseng saya browsing, dan ketemulah data ini, Data Harga organ tubuh manusia di pasar gelap (kondisi sudah meninggal dibawah 10 jam, sumber :http://namakuddn.wordpress.com/2012/04/27/inilah-daftar-harga-organ-tubuh-manusia-di-pasar-gelap/) 1. Sepasang bola mata: U

TIDAK AKAN HANGUS

"Mas, kalau misalnya suami istri berada dalam satu pesawat yang jatuh; dimana Suami memiliki asuransi jiwa, dengan dia sebagai Pemegang Polis dan Tertanggung serta Istri sebagai (Yang Ditunjuk sebagai) Penerima Manfaat : apakah manfaat asuransinya hangus?", Demikian DM pertama yang masuk melalui messenger saya semalam. Disusul DM kedua dan puluhan DM lainnya, yang menanyakan apakah dalam kondisi seperti di atas, Perusahaan Asuransi akan tetap membayarkan manfaat Uang Pertanggungan, mengingat yang -tadinya- ditunjuk sebagai Penerima Manfaat juga ikut meninggal. Saya jawab ",Manfaat Uang Pertanggungan TIDAK akan hangus, tidak akan dikuasai perusahaan asuransi, dan tidak akan dikuasai oleh negara".  Lalu uang pertanggungan akan "jatuh" pada siapa?  Untuk mengingatkan kembali -pada saat pembuatan Kontrak Pertanggungan Asuransi Jiwa - penunjukkan Penerima Manfaat Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa tidak diatur berdasarkan Hubungan Waris. Dia diatur berdasar Hubun

PAILIT dan BANGKRUT

Saya tulis artikel ini, karena banyaknya pertanyaan dari nasabah saya terkait RENCANA dua orang mantan agen perusahaan asuransi tempat saya bekerjasama untuk mengajukan gugatan pailit melalui mekanisme PKPU sesuai UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Banyak nasabah bingung dan takut ini berpengaruh pada uang program asuransi (terutama yang terkait produk unit link, karena ada investasinya) yang dipercayakan pada perusahaan tersebut. Secara keuangan -sejauh ini - perusahaan tersebut tak ada masalah. Kinerja masih baik-baik saja, jauh dari kata bangkrut. Karena BANGKRUT dan PAILIT adalah dua hal yang berbeda. Begini kira-kira ceritanya : Pailit diatur dalam UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ( PKPU). Menurut UU tersebut, sebuah perusahaan dinyatakan pailit ketika ada debitur (pihak yang perusahaan yang memiliki hutang), dinyatakan tidak membayar hutang yang jatuh tempo dari dua atau lebih kredi