Skip to main content

TEKNOLOGI ITU MEMUDAHKAN dan MENDEKATKAN


Atas perkenan sahabat saya ibu Nina Kurnia Dewi, tadi malam saya dan 250-an pimpinan JAMKRINDO seru berdiskusi dalam acara bernama "Kul-WA". Kuliah via Watsapp.

Saya pikir gagasan ibu Nina ini jenius banget. Di saat orang lain berpikir betapa mahalnya mengumpulkan 250 orang level pimpinan dari seluruh Indonesia di satu tempat, maka bu Nina membuat terobosan ",Bagaimana kalau kita undang para narasumber berdialog, memaparkan idenya melalui grup Watsap?".

Bulan lalu pematerinya ibu Noni Purnomo, Presiden Direktur Blue Bird Grup. Tadi malam giliran saya.

Cukup sarungan dan kaosan kami berdiskusi seru soal bagaimana membangun UMKM, membangun Literasi keuangan mereka : supaya uang yang sudah mereka kumpulkan dari usaha bisa memberi "impact" lebih besar lagi pada komunitas dalam bentuk investasi-investasi yang produktif. Tidak justru kena tipu Koperasi Pandawa dan sejenisnya, atau dipakai kawin lagi....eh.

Ya, semalam kami berdiskusi bagaimana yang "Kecil dan Menengah" ini bisa memberi kontribusi yang lebih besar lagi.

Maka inilah manfaat teknologi : memudahkan dan mendekatkan. Maka heran saja masih ada orang yang memakai teknologi untuk membuat perpecahan. Menebar fitnah dan kebencian.

Terima kasih bu Nina atas kesempatan yang diberikan. Walau sambil sarungan, semoga sharing di kuliah semalam bisa bermanfaat.

Hidup Sarung !

Comments

Popular posts from this blog

Anda Mau Menjual Ginjal ?

Sudah dua tahun tak bertemu, seorang teman mengirimkan  "broadcast message" (BM) di perangkat Blackberry saya.  BM-nya agak mengerikan : dia mencari donor ginjal untuk saudaranya yang membutuhkan.  Soal harga -bila pendonor bermaksud "menjual" ginjalnya bisa dibicarakan dengannya.   

Mambaca BM itu, saya teringat kisah pak Dahlan Iskan dalam bukunya GANTI HATI.  Dengan jenaka beliau bercanda, bahwa kini dia memiliki 2 bintang seharga masing-masing 1 milyar, satu bintang yang biasa dia kendarai kemana-mana (logo mobil Mercedez) dan satu bintang jahitan di perutnya hasil operasi transplatasi hati.  Ya, hati pak Dahlan "diganti" dengan hati seorang anak muda dari Cina, kabarnya harganya 1 miliar.

Lalu, iseng-iseng saya browsing, dan ketemulah data ini, Data Harga organ tubuh manusia di pasar gelap  (kondisi sudah meninggal dibawah 10 jam, sumber :http://namakuddn.wordpress.com/2012/04/27/inilah-daftar-harga-organ-tubuh-manusia-di-pasar-gelap/)

1. Sepasang bo…

"TERTIPU" UNIT LINK? KOK BISA.

Terimakasih pada klien sekaligus sahabat saya Iqbal Mukmin yang mau berbagi cerita ini di wall-nya. Sekali lagi, ini kisah pahit seorang nasabah asuransi (maaf, sangaja saya blur nama pemilik cerita serta perusahaan asuransinya).

Saya pernah menulis tentang hal serupa yang pernah terjadi dalam artikel saya :
http://www.basriadhi.com/2016/05/asuransi-bukan-tabungan.htmlNamun, kisah ibu nasabah (yang saya capture ini) agak berbeda. Dan saya ingin mengupas, agar anda semua tak "kejeblos" di lubang yang sama. Sekaligus menjawab pertanyaan beberapa teman.

Patut diduga produk yang dibeli oleh ibu Nasabah ini adalah produk UNIT LINK, yaitu produk asuransi yang "menggabungkan" fitur asuransi/proteksi dengan investasi. Dan pada kasus di bawah, oknum agen memanfaatkan ketidaktahuan nasabah -terutama- soal fitur investasi dan biaya-biaya asuransi.

Sebagaimana yang saya tulis di artikel dalam link di atas, Asuransi bukanlah tabungan, walaupun itu produk Unit Link. Dari c…

WARISAN ITU BERKAH ATAU MASALAH ?

Sebut saja namanya Fulan. Orangtua Fulan kaya raya, pengusaha suplai besi untuk beton dan pekerjaan sejenisnya. Jelas, hartanya banyak termasuk sebuah rumah megah dua lantai di sebuah Perumahan elit di Semarang. Nilai taksirannya -kata Fulan- sekitar Rp 1.5 miliar. Rumah senilai segitu di Semarang, jelas lumayan elit.

Hingga cerita ini dimulai. Alkisah orang tua Fulan meninggal dunia, meninggalkan usaha (yang belakangan Fulan tak bisa mengelola dan meneruskannya, karena tak pernah terlibat di dalamnya), dan rumah mewah itu. Karena tak lagi meneruskan usaha, membiayai rumah sebesar itu tentu menjadi beban berat bagi Fulan. Tagihan listrik bengkak luar biasa (hampir diputus) dan Fulan memutuskan untuk menjual rumah, dengan putus asa.

Persoalan timbul saat akan menjual rumah "mahal" itu adalah adanya biaya-biaya yang timbul, proses notaris, pajak jual beli, balik nama sertifikat, dan biaya lain Rumah senilai Rp 1.5 miliar butuh biaya untuk proses jual bel…