Skip to main content

PAK TUA DAN MAK ETEK LIS

Setelah diajak menempuh 3221 kilometer jalur mudik (bolak-balik) kemarin saya bawa kendaraan ke tempat cuci. Hingga ketemulah saya dengan bapak tua ini, penjaja sapu ijuk keliling. Usianya "baru" 64 tahun -setidaknya begitu pengakuannya- tapi fisiknya berbicara lain. Dia nampak lebih tua dari usia sebenarnya, setidaknya bisa saya bandingkan dengan penampilan gagah pak Rudy Habibie di Tivi, saat merayakan 80 tahun usianya.

Dia menawarkan sapu ijuk yang dibawanya Rp 25.000 per buah, dan saya lihat sepuluh sapu ijuk yang dibawanya masih utuh, hari itu, belum ada yang terbeli. Dia berjalan kaki setiap hari dari rumahnya yang berjarak kurang lebih 10 kilometer dari tempat kami ketemu. Berjalan kaki. Sandal jepit yang dia kenakan sudah tipis karena mungkin sudah melahap ratusan kilometer jarak.

Empat anaknya, tiga sudah menikah, tak jauh nasib darinya. Mereka tak sempat "mengunyah" bangku sekolah, dengan alasan klasik : biaya. Kemiskinan menurunkan kemiskinan, apakah selalu begitu ?

Saya teringat dr. Roni. Anak Mak Etek Lis tetangga kami di Padang. Mak Etek Lis berdagang Lotek di depan rumah untuk membantu menopang ekonomi keluarga, karena suaminya -hanya- tukang bangunan yang bekerja serabutan. Anaknya tiga orang, tapi Ronal -anak pertamanya- meninggal dunia di masa remajanya. Roni, anak kedua Mak Etek, bercita-cita menjadi "orang". Ya, dia bercita-cita, hal kecil yang jarang dimiliki anak keluarga yang tak berpunya.

Mak Etek bekerja sangat keras, dan kami melihat komitmennya membantu anak-anaknya keluar dari lingkaran kesulitan hidupnya. Roni juga kami lihat sebagai anak yang berbeda, dia juga berusaha dengan sangat keras. Pagi sekolah, siang dan malam bekerja membantu emaknya di kedai, kadang hingga tengah malam.

Kemarin, lebaran, Roni datang ke rumah. Mak Etek Lis sudah meninggal delapan tahun lalu. Roni, sudah menjadi dr Roni, spesialis Paru yang kini bertugas di Sebuah RSUD Kabupaten. Dia datang selain ingin berlebaran, juga berpamitan serta mohon doa restu, awal bulan Agustus 2016 ditugaskan menjadi tim medis Jemaah Haji Indonesia ke Mekkah.

Bagaimana kontras hasil akhir yang dicapai oleh anak pak Tukang sapu dibandingkan Roni-nya Mak Etek Lis. Mereka tadinya berasal dari lingkaran kesultan yang sama, tapi "pola pikir" yang dibangun oleh Mak Etek Lis pada Roni membuat hasil akhirnya berbeda. Saya tak setuju ini soal keberuntungan belaka.

Lalu masih belum percaya bahwa "pola pikir" adalah gelombang penggerak dukungan alam semesta. Menjadi kaya itu bukan karena memiliki banyak harta saja. Kaya adalah soal pola pikir.

Banyak juga orang kaya yang pola pikirnya miskin, sering sesak hatinya melihat kebahagiaan orang. Sesak nafas, karena takut uangnya berkurang atau habis. Sesak nafas, melihat teman-temannya tersenyum di facebook. Sesak nafas, karena merasa selalu tak punya waktu untuk dinikmati karena waktu adalah (semata hanya untuk mencari) uang.

Kami anak-anak wonodri krajan, yang tersenyum di bawah ini, belajar banyak dari itu. Belajar memiliki pola pikir kaya.

Comments

Popular posts from this blog

Anda Mau Menjual Ginjal ?

Sudah dua tahun tak bertemu, seorang teman mengirimkan  "broadcast message" (BM) di perangkat Blackberry saya.  BM-nya agak mengerikan : dia mencari donor ginjal untuk saudaranya yang membutuhkan.  Soal harga -bila pendonor bermaksud "menjual" ginjalnya bisa dibicarakan dengannya.   

Mambaca BM itu, saya teringat kisah pak Dahlan Iskan dalam bukunya GANTI HATI.  Dengan jenaka beliau bercanda, bahwa kini dia memiliki 2 bintang seharga masing-masing 1 milyar, satu bintang yang biasa dia kendarai kemana-mana (logo mobil Mercedez) dan satu bintang jahitan di perutnya hasil operasi transplatasi hati.  Ya, hati pak Dahlan "diganti" dengan hati seorang anak muda dari Cina, kabarnya harganya 1 miliar.

Lalu, iseng-iseng saya browsing, dan ketemulah data ini, Data Harga organ tubuh manusia di pasar gelap  (kondisi sudah meninggal dibawah 10 jam, sumber :http://namakuddn.wordpress.com/2012/04/27/inilah-daftar-harga-organ-tubuh-manusia-di-pasar-gelap/)

1. Sepasang bo…

APAKAH UNITLINK TERMASUK PAPER ASSET?

Tulisan ini sebenarnya hanya merespon postingan seorang perencana keuangan tentang kisah nasabahnya.

Alkisah, nasabahnya seorang lelaki yang penghasilannya (katakan) Rp 10 Miliar per tahun. Dengan gaya hidup yang konservatif, si nasabah baru sadar bahwa di akhir tahun tabungan dia hanya Rp 3 Miliar. Sisa uangnya kemana, padahal dia dugem enggak, travelling pribadi dalam batas wajar, makan mewah jarang banget ...

Lalu, perencana keuangan tersebut melakukan bedah perkara. Dari hasil bedah perkara, ditemukan beberapa sebab. Seperti dia terlalu mudah percaya pada orang, sehingga dengan mudah meminjamkan uangnya pada saudara atau teman dengan dalih modal usaha (yang akhirnya nggak balik lagi).

Namun, ada satu hal dari nasehat perencana keuangan itu yang menurut saya tidak pas. Yaitu : Menurut perencana keuangan itu, adalah keliru nasabah memiliki banyak unit link karena “investasi” di unit link itu justru menggerus uangnya.

Saya kira pendapat ini tidak pas, terutama soal pendapat “investa…

"TERTIPU" UNIT LINK? KOK BISA.

Terimakasih pada klien sekaligus sahabat saya Iqbal Mukmin yang mau berbagi cerita ini di wall-nya. Sekali lagi, ini kisah pahit seorang nasabah asuransi (maaf, sangaja saya blur nama pemilik cerita serta perusahaan asuransinya).

Saya pernah menulis tentang hal serupa yang pernah terjadi dalam artikel saya :
http://www.basriadhi.com/2016/05/asuransi-bukan-tabungan.htmlNamun, kisah ibu nasabah (yang saya capture ini) agak berbeda. Dan saya ingin mengupas, agar anda semua tak "kejeblos" di lubang yang sama. Sekaligus menjawab pertanyaan beberapa teman.

Patut diduga produk yang dibeli oleh ibu Nasabah ini adalah produk UNIT LINK, yaitu produk asuransi yang "menggabungkan" fitur asuransi/proteksi dengan investasi. Dan pada kasus di bawah, oknum agen memanfaatkan ketidaktahuan nasabah -terutama- soal fitur investasi dan biaya-biaya asuransi.

Sebagaimana yang saya tulis di artikel dalam link di atas, Asuransi bukanlah tabungan, walaupun itu produk Unit Link. Dari c…