Skip to main content

SYUKUR MAS KARYO ...

Ini kali saya mau cerita tentang mas Karyo. Tokoh asli, dengan nama samaran. Mas Karyo hobinya main burung (tolong ya, bukan "main burung"). Setiap pagi sebelum tidak melakukan apa-apa di siang hari, maklum kerja serabutan- dia mulai mainin burungnya. Ada yang dimandiin, dijemur, dan dikerek di tiang.

Selepas mainin burungnya, di berbaring di bale-bale bambu depan rumah. Kedengaran dari ruang tamu tetangga sebelah, tiap kali istinya mau ketemu tukang sayur mereka selalu berdebat. "Sekali-kali lauknya goreng ayam kenapa, lauknya tempe melulu", Itu kata mas Karyo pada istrinya. "Beli ayam juga pakai duit kaleeeeee... Emang situ ngasih duit",,balas istrinya sengit.
Mas Karyo cuek, menyulut rokok dan tiduran di bale-bale bambu.

Suatu kali, bang Samiun yang tinggal selisih dua rumah arah tenggara kampung, lewat depan rumah bang Samiun. Ditegornya mas Karyo yang lagi santai kayak di pantai. Neyrupujt kopi item sama nyedot asap rokok di teras.

"Wadoh, santai bener mas Karyo, kagak kerja?",Sapa bang Samiun. Mas Karyo tergagap, tersenyum dan menjawab",Aku bersyukur diberi hidup yang begini. Buat apa kerja keras, kalau dengan begini saja sudah bisa hidup. Mau usaha juga nggak punya modal (duit). Ya syukuri aja nikmat dari Tuhan".
Dan itu kisah nyata, banyak orang berselimut kemalasan di balik kata syukur. Melakukan penyangkalan, supaya nggak usah ngapa-ngapain...

Comments

Popular posts from this blog

Anda Mau Menjual Ginjal ?

Sudah dua tahun tak bertemu, seorang teman mengirimkan  "broadcast message" (BM) di perangkat Blackberry saya.  BM-nya agak mengerikan : dia mencari donor ginjal untuk saudaranya yang membutuhkan.  Soal harga -bila pendonor bermaksud "menjual" ginjalnya bisa dibicarakan dengannya.   

Mambaca BM itu, saya teringat kisah pak Dahlan Iskan dalam bukunya GANTI HATI.  Dengan jenaka beliau bercanda, bahwa kini dia memiliki 2 bintang seharga masing-masing 1 milyar, satu bintang yang biasa dia kendarai kemana-mana (logo mobil Mercedez) dan satu bintang jahitan di perutnya hasil operasi transplatasi hati.  Ya, hati pak Dahlan "diganti" dengan hati seorang anak muda dari Cina, kabarnya harganya 1 miliar.

Lalu, iseng-iseng saya browsing, dan ketemulah data ini, Data Harga organ tubuh manusia di pasar gelap  (kondisi sudah meninggal dibawah 10 jam, sumber :http://namakuddn.wordpress.com/2012/04/27/inilah-daftar-harga-organ-tubuh-manusia-di-pasar-gelap/)

1. Sepasang bo…

"TERTIPU" UNIT LINK? KOK BISA.

Terimakasih pada klien sekaligus sahabat saya Iqbal Mukmin yang mau berbagi cerita ini di wall-nya. Sekali lagi, ini kisah pahit seorang nasabah asuransi (maaf, sangaja saya blur nama pemilik cerita serta perusahaan asuransinya).

Saya pernah menulis tentang hal serupa yang pernah terjadi dalam artikel saya :
http://www.basriadhi.com/2016/05/asuransi-bukan-tabungan.htmlNamun, kisah ibu nasabah (yang saya capture ini) agak berbeda. Dan saya ingin mengupas, agar anda semua tak "kejeblos" di lubang yang sama. Sekaligus menjawab pertanyaan beberapa teman.

Patut diduga produk yang dibeli oleh ibu Nasabah ini adalah produk UNIT LINK, yaitu produk asuransi yang "menggabungkan" fitur asuransi/proteksi dengan investasi. Dan pada kasus di bawah, oknum agen memanfaatkan ketidaktahuan nasabah -terutama- soal fitur investasi dan biaya-biaya asuransi.

Sebagaimana yang saya tulis di artikel dalam link di atas, Asuransi bukanlah tabungan, walaupun itu produk Unit Link. Dari c…

KAN SAYA MASIH HIDUP ...

“Harta, sebenarnya belum bisa dikatakan pembagian harta karena saya masih hidup. Tetapi saya tetap akan membagikan hak mereka masing-masing sesuai dengan peraturan agama,” ujar ibu Fariani. Ibu Fariani adalah seorang ibu dengan empat orang anak yang baru saja ditinggalkan suaminya Ipda Purnawirawan Matta. Almarhum meninggalkan harta waris berupa tanah, rumah dan mobil senilai Rp 15 Miliar. Pada bulan Maret 2017, ketiga anak ibu Fariani mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Agama Kota Baubau, Sulawesi Tenggara dengan nomor 163/ptg/ 2013/PA/2017, yang inti gugatannya : Meminta bagian mereka selaku ahli waris yang sah atas harta waris almarhum ayah mereka. Dunia makin aneh? Anak kurang ajar? Tidak. Banyak orang yang memiliki pendapat seperti ibu Fariani, sebagaimana yang saya kutip di paragraf pertama di atas. Pendapat yang KELIRU. Begitu seorang suami meninggal dunia, maka hartanya tidak serta merta menjadi miliki istri atau anak-anaknya. Harta itu berubah menjadi harta tak be…