Skip to main content

MAU KAYA

Tulisan ini dimulai dengan sebuah pertanyaan sederhana, kalau hari ini anda mendapatkan uang Rp 1 Milyar rupiah, akan anda apakan uang tersebut?

Dan pertanyaan itu, akan saya pakai untuk memulai penulisan buku kelima saya yang kelak berjudul... Ah, masih rahasia.

Bagi yang terbiasa melihat atau memegang uang Rp 1 Miliar, tentu tahu bahwa jumlah itu sebenarnya tak besar. 

Satu illustrasi kecil buat yang merasa uang Rp 1 Miliar itu besar.

"Kalau dapat duit Rp 1 Miliar, saya mau berhenti kerja pak. Mau pensiun, duitnya saya masukkan ke deposito dan tiap tahun saya tarik buat hidup", kata seorang teman. Oke...

Asumsikan bunga deposito nett adalah 4% per tahun (di mana saat ini hanya BPR yang berani memberikan bunga deposito sebesar itu) dan UMP naik sama persis dengan laju inflasi 3% per tahun (walau agak mustahil, tak apa). Namanya juga untuk contoh.

Bila anda tinggal di DKI Jakarta, yang UMP nya adalah sekitar Rp 4,2 jutaan per bulan, maka dengan teknik yang disebutkan teman saya tadi plus asumsi yang ..yaaaa agak "baik" maka uang Rp 1 Miliar akan habis saat usia anda 76 Tahun... 

Itu pun dengan catatan : semua asumsi di atas terpenuhi, anda hidup dengan gaya hidup Upah Minimum, sudah tak ada keinginan belanja ini-itu, tak ada sakit atau risiko lain yang membutuhkan biaya ekstra.
Jadi, ternyata uang Rp 1 Miliar itu tak besar.

Maka saya percaya bahwa ada upaya bernama Investasi. Sebagaimana "Kisah Petani Jagung" yang saya ceritakan di Yutub. Investasi bukan membuat kita kaya. Investasi bertujuan memastikan tujuan keuangan kita tercapai. 

Kalau mau kaya ya kerja, usaha, naikkan "value" diri supaya kita dibayar mahal. Tapi kaya saya ternyata tak cukup.

Lalu, pertanyaan kedua akan muncul : Bagaimana saya menyiapkan "uang nganggur" sebesar Rp 1 Miliar itu?

"Ah, ngapain ngomongin duit mulu sih, rezeki kita sudah ada yamg ngatur", sela seorang teman lain.
Benar, rezeki sudah ada yang ngatur, rezeki tak akan tertukar... Tapi rezeki tetap harus diusahakan. Mosok rebah-rebahan doang mau ketiban Rp 1 Miliar?

Yekan?

Comments

  1. Saya mau jual ginjal saya

    Saya terlilit hutang

    ToLong ngantuk saya

    Laki2 umur 35
    Goldar A+

    Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. ToLong bantu saya pak

      Terimakasih
      Wa. 0831-2383-2775

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

MAU JUAL GINJAL? BACA SAMPAI SELESAI !

Sudah dua tahun tak bertemu, seorang teman mengirimkan "broadcast message" (BM) di perangkat Blackberry saya. BM-nya agak mengerikan : dia mencari donor ginjal untuk saudaranya yang membutuhkan. Soal harga -bila pendonor bermaksud "menjual" ginjalnya bisa dibicarakan dengannya. Membaca BM itu, saya teringat kisah pak Dahlan Iskan dalam bukunya GANTI HATI. Dengan jenaka beliau bercanda, bahwa kini dia memiliki 2 bintang seharga masing-masing 1 milyar, satu bintang yang biasa dia kendarai kemana-mana (logo mobil Mercedez) dan satu bintang jahitan di perutnya hasil operasi transplatasi hati. Ya, hati pak Dahlan "diganti" dengan hati seorang anak muda dari Cina, kabarnya harganya 1 miliar. Lalu, iseng-iseng saya browsing, dan ketemulah data ini, Data Harga organ tubuh manusia di pasar gelap (kondisi sudah meninggal dibawah 10 jam, sumber :http://namakuddn.wordpress.com/2012/04/27/inilah-daftar-harga-organ-tubuh-manusia-di-pasar-gelap/) 1. Sepasang bola mata: U

KAN SAYA MASIH HIDUP ...

“Harta, sebenarnya belum bisa dikatakan pembagian harta karena saya masih hidup. Tetapi saya tetap akan membagikan hak mereka masing-masing sesuai dengan peraturan agama,” ujar ibu Fariani. Ibu Fariani adalah seorang ibu dengan empat orang anak yang baru saja ditinggalkan suaminya Ipda Purnawirawan Matta. Almarhum meninggalkan harta waris berupa tanah, rumah dan mobil senilai Rp 15 Miliar. Pada bulan Maret 2017, ketiga anak ibu Fariani mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Agama Kota Baubau, Sulawesi Tenggara dengan nomor 163/ptg/ 2013/PA/2017, yang inti gugatannya : Meminta bagian mereka selaku ahli waris yang sah atas harta waris almarhum ayah mereka. Dunia makin aneh? Anak kurang ajar? Tidak. Banyak orang yang memiliki pendapat seperti ibu Fariani, sebagaimana yang saya kutip di paragraf pertama di atas. Pendapat yang KELIRU. Begitu seorang suami meninggal dunia, maka hartanya tidak serta merta menjadi miliki istri atau anak-anaknya. Harta itu berubah menjadi h

TUHAN TAHU, TAPI MENUNGGU

Pernah ketemu orang yang "terjebak" di masa lalu?.  Kemarin saya ketemu orang model seperti itu. Menemani salah satu anggota team saya melakukan "Joint Field Work" (JFW),  kemarin kami ketemu dengan calon nasabahnya, seorang pria usia 42 tahun di sebuah warung kopi di daerah Cibubur. Team saya bilang, dia sudah tiga keli ketemu calon nasabahnya ini, namun belum berhasil meyakinkannya juga. "Masih mbulet, banyak pertanyaan, mas", Ujarnya. Maka saya putuskan melakukan JFW. Kami sudah tiba di lokasi setengah jam sebelum pertemuan, dan dia hadir 25 menit dari waktu yang dijanjikan. Kalau itu calon nasabah saya, sudah saya tinggal dari tadi. "sori, macet", katanya berbasa-basi. Seperti biasa, setelah diperkenalkan, saya mengeluarkan dua kartu nama. Kartu nama pertama ada logo MDRT (Million Dollar Round Table), sambil menyampaikan bahwa saya adalah agen yang menjadi anggota MDRT Internasional, organisasi elit pelaku industri asuransi. K